Fenomena Iman

Fluktuasi Iman

naik-turun

Iman, ya, kata yang satu ini menjadi suatu hal yang sangat mahal dan kadang – kadang susah untuk dicari, kecuali oleh orang – orang yang bersungguh – sungguh dalam berislam. Kenapa bisa demikian?, karena kita tahu pada zaman yang sedang kita jalani ini sudah banyak kezhaliman, kemaksiatan dan kesyirikan, bahkan itu semua terkadang dilakukan secara terang – terangan!. Bagaimana tidak, hampir setiap hari kita mendengar berita ada ayah atau ibu yang menyiksa atau membunuh anaknya karena berbagai macam alasan, ada yang beralasan karena anaknya tidak bisa diatur, lalu ada juga yang beralasan karena masalah ekonomi, bahkan ada juga yang berdalih anaknya itu membawa sial serta kezhaliman – kezhaliman lainnya. Kemudian berbagai macam kemaksiatan dan kesyirikan juga merajalela di setiap sudut kehidupan kita dan siap menerkam siapa saja yang sedikit ilmunya dan lengah imannya. Parahnya lagi, berbagai macam kemaksiatan dan kesyirikan secara terang – terangan diiklankan di televisi, koran – koran, pamplet atau spanduk dll. Bayangkan, dosa bukan lagi suatu hal yang ditakuti tetapi sudah menjadi kebanggaan dan hobi!. Sekali lagi, iman yang menjadi tolak ukurnya. Jangankan mereka yang tidak memelihara imannya, terkadang orang – orang yang senantiasa menjaga imannya saja bisa terjerumus ke dalam lubang – lubang dosa baik disadari maupun tidak. Bagaimana halnya dengan orang – orang yang tidak peduli dengan iman dan islamnya?!, pasti akan lebih terjerumus lebih dalam lagi.

Akhi wa Ukhti fillah, ketahuilah bahwa iman yang ada dalam hati seorang Muslim tidak tetap dalam satu keadaan, iman selalu mengalami perubahan. Terkadang naik, terkadang turun. Fluktuasi (naik turun) iman ini sudah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya, ”Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.” (HR. Ibn Hibban)

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mengingkari keadaan iman yang demikian, oleh karena itu beliau mendorong dan memberi arahan kepada umatnya untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi iman supaya jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan mengantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi seperti itu akan mudah mengantarkan seseorang untuk berbuat dosa.

Nasihat dan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu betul-betul diperhatikan oleh para sahabatnya, karena mereka pun mengakui dan mengalami fluktuasi keimanan. Dalam hal ini Umar bin Khathab berkata kepada sahabat yang lain: ”Marilah kita perbaharui keimanan kita.”

Mu’adz bin Jabal berkata, ”Marilah duduk bersama kami, untuk beriman sesaat.” Perkataan Mu’adz ini bukan menunjukkan bahwa mereka tidak beriman sama sekali, tapi dia mengajak untuk meningkatkan keimanan setelah disibukkan oleh berbagai urusan dunia yang kadang menyebabkan kita lupa pada kondisi iman kita.

Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menambah keimanan, di antaranya dengan menuntut ilmu, karena dengan ilmu itu akan mengantarkan orang untuk tahu akan Tuhannya. Allah berfirman: ”Sesungguhnya Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.” (QS Annur [24]: 53).

Cara lain adalah dengan membaca, menelaah, mentadaburi Alquran. Sebagaimana firmanNya, ”Katakanlah: Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) dan sembahlah dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata kepada-Nya.” (QS Al A’raf [7]: 29).

Sebaliknya, di antara hal-hal yang menyebabkan keimanan seseorang menurun adalah perbuatan maksiat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, ”Sesungguhnya jika seorang Muslim berbuat dosa, maka terjadilah di hatinya satu bintik hitam. Jika ia bertaubat dan meninggalkan perbuatan itu maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertobat dan terus dosanya itu, maka bertambah banyaklah bintik hitam itu sehingga tertutup hatinya. Itulah ron (warna hitam) yang disebut dalam Alquran.

Oleh karena itu, marilah kita menjaga keimanan kita dan senantiasa meningkatkannya, apalagi di zaman sekarang ini, di mana kemaksiatan semakin merajalela di tengah kita, yang apabila tidak waspada, bisa terperosok ke dalamnya.

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga iman kita semua. Amiin.

Wallahu a’lam bish-shawab.

0 Responses to “Fenomena Iman”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Assalamu'alaikum... Terima kasih telah mengunjungi blog ane...

Translit Bahasa :

INDONESIA ARABIC ENGLISH

Jadwal Shalat Wilayah Jakarta

Judul

RSS Berita Seputar Dunia Islam – EraMuslim

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Terima Kasih Untuk:

  • 27,008 Pengunjung Situs Ini

Peta Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: