SPIRIT KEMANDIRIAN

SPIRIT KEMANDIRIAN

Suatu hari Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam berpesan kepada sahabat-sahabatnya bahwa tidak ada makanan yang lebih baik dari apa yang diperoleh dari keringat sendiri, dan bahwa Nabi Daud tidak pernah makan kecuali hasil tangannya sendiri (HR. Bukhari, No 2072).

Abdurrahman bin Auf Radhiyallahu ‘Anhu setibanya di kota Madinah dari perjalanan hijrah ditawarkan kepadanya oleh Sa’ad bin Rabi’ Radhiyallahu ‘Anhu untuk mengambil separuh dari kekayaannya, tapi ia tidak segera menerima tawaran itu, melainkan ia minta supaya ditunjuki jalan ke pasar untuk ia berdagang. Seorang mukmin adalah pribadi yang selalu mandiri, bekerja keras, tidak segera menyerah pada keadaan dan tidak mudah tergantung kepada orang lain. Sempitnya lapangan kerja baginya bukan penghalang, melainkan pemicu semangat untuk membuka lahan-lahan baru yang lebih kreatif dan profesional. Dalam jiwanya terpatri firman Allah:

…….Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri………(QS:13:11 )

Untuk membangun kemandirian ini Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam selalu menegaskan kepada sahabat-sahabatnya bahwa tangan yang di atas (memberi) lebih bagus dari pada tangan yang dibawah (mengemis atau meminta). Pernyataan ini tidak saja Rasulullah sampaikan di atas mimbar, melainkan juga dalam pertemuan secara pribadi dengan sahabat-sahabatnya (HR. Bukhari-Muslim, Kitabuzzakah, No. 1427,1429). Dalam sebuah riwayat seperti diceritakan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu: Rasulullah Shallallahu ’Alaihi Wa Sallam berupaya memahamkan sahabat-sahabatnya mengenai hakikat kemiskinan dan kekayaan, bahwa yang disebut miskin bukan mereka yang tidak punya sesuap atau dua suap makanan, tidak punya sebiji atau dua biji kurma, melainkan mereka yang meminta-minta (HR. Bukhari Muslim, Kitabuzzkah, No.1376), dan bahwa yang disebut kaya bukan mereka yang mempunyai harta yang melimpah, melainkan mereka yang puas atas pemberian Allah sekalipun sedikit (HR. Bukhari Muslim, Kitaburriqaq, No.6446). Dalam hadits lain Rasulullah bersabda: “ Babahagialah mereka yang masuk Islam, dikarunia kemampuan untuk tidak mengemis, dan selalu puas dengan apa yang diberikan Allah kepadanya” (HR.Muslim,Kitabuzzakah,No.1054).

Auf bin Malik Radhiyallahu ‘Anhu menceritakan bahwa ia pernah menemui Rasulullah Shallallahu “Alaihi Wa Sallam ditemani beberapa orang. Ketika itu Rasulullah tiba-tiba mengajak mereka berbai’at. Mereka kaget karena mereka telah pernah malakukan bai’at. Namun karena Rasulullah mengulang ajakannya itu tiga kali akhirnya mereka mengajukan tangannya untuk bai’at. Menariknya dalam bai’at ini ada yang lain. Setelah bai’at untuk bertauhid sekaligus meninggalkan syirik, dan bai’at melaksanakan shalat lima waktu, Rasulullah berbisik dengan suara pelan tapi tegas, mengucapkan bai’at untuk tidak meminta-minta kepada orang lain”(HR. Muslim, Kitabuzzakah, No. 1043). Sikap Rasulullah yang demikian ini tidak hanya membangun komitmen agar kita selalu mandiri dalam memenuhi kebutuhan sehar-hari, melainkan juga mengandung penekanan agar kita sebagai umatnya bersinergi secara maksimal untuk membangun masyarakat yang berta’awun fil birri wat taqwa bukan yang saling menindas dan menzhalimi.

Hakim bin Huzam Radhiyallahu “Anhu pernah suatu saat minta sesuatu berkali-kali kepada Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan semua permintaannya dipenuhi. Lalu Rasulullah mengingatkannya bahwa tangan di atas lebih baik dari pada tangan di bawah. Sejak itu Hakim berjanji untuk tidak minta sesuatu kepada orang lain. Hakim benar-benar melaksanakan janjinya ini sampai ia meningal dunia (HR Bukhari-Muslim, Kitab Fardhil Khumus, No. 3143). Lebih jauh lagi, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah menyampaikan ancaman keras bagi mereka yang suka tergantung kepada orang lain, Orang yang mengemis untuk memperbanyak harta, maka dia sebenarnya telah mengemis bara api (HR. Muslim. Kitabuzzakah, No 1041). Imam Nawawi dalam syarahnya mengatakan bahwa maksudnya ia akan disiksa kelak dalam api neraka.

Wallahu a’lam.

0 Responses to “SPIRIT KEMANDIRIAN”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




Assalamu'alaikum... Terima kasih telah mengunjungi blog ane...

Translit Bahasa :

INDONESIA ARABIC ENGLISH

Jadwal Shalat Wilayah Jakarta

Judul

RSS Berita Seputar Dunia Islam – EraMuslim

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Terima Kasih Untuk:

  • 27,008 Pengunjung Situs Ini

Peta Pengunjung :


%d blogger menyukai ini: