<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Moslem's Blog</title>
	<atom:link href="http://soejieman.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://soejieman.wordpress.com</link>
	<description>Moslem Never Walk Alone and Keep Our Ukhuwah</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Oct 2011 23:03:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='soejieman.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Moslem's Blog</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://soejieman.wordpress.com/osd.xml" title="Moslem&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://soejieman.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kunci Sukses Dunia Akhirat</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2010/01/26/kunci-sukses-dunia-akhirat/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2010/01/26/kunci-sukses-dunia-akhirat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Jan 2010 07:05:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=328</guid>
		<description><![CDATA[Quantum Syukur Sukses itu penting, tapi bersyukur itu jauh lebih sukses. Orang biasa itu sukses dulu baru bersykur, sedangkan orang luar biasa justru bersyukur dulu baru suksesnya bertambah sukses. Sukses di atas Sukses. Jadi, tidak perlu sukses dulu baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka Anda pasti tambah sukses. Mungkin ada yang bertanya, &#8220;KZ, katanya kalau bersyukur [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=328&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;"><strong><span style="font-size:21pt;font-family:&amp;">Quantum Syukur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;text-align:center;"><strong><span style="font-size:21pt;font-family:&amp;"><br />
</span></strong></p>
<p><strong><span style="font-size:21pt;font-family:&amp;"><a href="http://soejieman.files.wordpress.com/2010/01/images.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-329" title="images" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2010/01/images.jpg?w=113&#038;h=112" alt="" width="113" height="112" /></a></span></strong>Sukses itu penting, tapi bersyukur itu jauh lebih sukses. Orang biasa  itu sukses dulu baru bersykur, sedangkan orang luar biasa justru  bersyukur dulu baru suksesnya bertambah sukses. Sukses di atas Sukses.  Jadi, tidak perlu sukses dulu baru bersyukur, tapi bersyukurlah maka  Anda pasti tambah sukses.<span id="more-328"></span></p>
<p>Mungkin ada yang bertanya, &#8220;KZ, katanya  kalau bersyukur itu kan ditambah nikmatnya, tapi kenapa saya yang  selalu hidup bersyukur tapi dari dulu tetep gini-gini aja?&#8221;</p>
<p>Mari  kita simak FirmanNya : &#8220;Lains syakartum la-azii dannakum&#8230;&#8221; artinya :  &#8220;Kalau Anda bersyukur pasti bertambah nikmatnya.&#8221; Nah, jika sudah  bersyukur tapi kok ga nambah juga kenikmatannya, berarti bukan ayat  Allah nya yang salah, melainkan teknik bersyukurnya yang tidak pas atau  bisa jadi pemahamannya yang salah tentang pertambahan nikmat itu  sendiri.</p>
<p>Sungguh, nikmat yang bertambah itu tidak mesti melulu  ditandai dengan penambahan kenikmatan dalam bentuk fisik, tapi justru  seringkali hadir dalam bentuk kenikmatan metafisik. Dimana kenikmatan  metafisik inilah yang kelak akan &#8220;menarik&#8221; kenikmatan-kenikmatan  lainnya, yang bisa jadi dalam bentuk fisik.</p>
<p>Artinya, penambahan  kenikmatan sebab dari bersyukur itu tidak harus dalam bentuk fisik, tapi  bisa saja berupa kenikmatan metafisik yang sebelumnya tak pernah  dirasakan, dan kenikmatannya bisa jauh lebih indah&#8230;.</p>
<p>Bukankah  bisa berbahaya jika pemahamnnya harus dalam bentuk fisik? Contoh : kalau  saya bersyukur mendapatkan uang seribu maka Allah akan memberikan  puluhan ribu atau ratusan ribu. Ah, contoh ini mungkin terasa biasa.  Coba sekarang contoh dalam bentuk yang lain, misal tentang suami yang  bersyukur telah menikahi wanita yang dicintainya, maka saya yakin pasti  banyak para istri yang melarang suaminya untuk bersyukur karena telah  menikahinya. Ya iya lah, sebab kalau suaminya bersyukur telah  menikahinya, maka Allah akan menambah kenikmatannya dengan bertambahnya  jumlah istrinya&#8230;. Bersyukurlah dengan satu istri, maka akan ditambah  &#8230;. waw, bisa berabe kalau pemahannya seperti itu&#8230;.</p>
<p>Sehingga,  sekali lagi, kami yakinkan bahwa penambahan kenikmatan ketika bersyukur  itu tidak harus dalam bentuk fisik (jasadi), tapi justru seringkali  dengan penambahan kenikmatan metafisik (rasa). Dan penambahan kenikmatan  itu sifatnya tunai, langsung diberikan..berdasarkan konteks &#8220;la azii  dannakum&#8221; yang bisa diartikan &#8220;langsung kami tambahkan nikmatnya  untukmu&#8221;</p>
<p>Artinya, jika bersyukurnya SEKARANG maka pertambahan  nikmatnya juga SEKARANG. Maka, orang yang mengaku sudah bersyukur tapi  tidak merasakan pertambahan nikmat itu.. maka belumlah bersyukur  padaNya&#8230;</p>
<p><em>Wallahu a&#8217;lam</em></p>
<p><em>oleh : Kang Zen ( KZ )<br />
</em></p>
<div id="_mcePaste" style="position:absolute;left:-10000px;top:0;width:1px;height:1px;overflow:hidden;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0     false false false  EN-US X-NONE X-NONE              MicrosoftInternetExplorer4              &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;                                                                                                                                            &lt;![endif]--><em><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:Calibri; 	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} @font-face 	{font-family:"Bradley Hand ITC"; 	panose-1:3 7 4 2 5 3 2 3 2 3; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:script; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin-top:0cm; 	margin-right:0cm; 	margin-bottom:10.0pt; 	margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:Calibri; 	mso-fareast-theme-font:minor-latin; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} .MsoPapDefault 	{mso-style-type:export-only; 	margin-bottom:10.0pt; 	line-height:115%;} @page Section1 	{size:612.0pt 792.0pt; 	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; 	mso-header-margin:36.0pt; 	mso-footer-margin:36.0pt; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --></em><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:&quot;&quot;; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin-top:0cm; 	mso-para-margin-right:0cm; 	mso-para-margin-bottom:10.0pt; 	mso-para-margin-left:0cm; 	line-height:115%; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:normal;"><strong><span style="font-size:25pt;font-family:&amp;">Quantum Syukur</span></strong></p>
</div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/328/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/328/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=328&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2010/01/26/kunci-sukses-dunia-akhirat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2010/01/images.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">images</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hikmah Ibadah Haji</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/11/26/hikmah-ibadah-haji/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/11/26/hikmah-ibadah-haji/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:13:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=321</guid>
		<description><![CDATA[Haji Momentum Hilangkan Segala Perpecahan Pada momen muktamar terbesar yang disaksikan dunia, pada Haji Wada&#8217; Rasulullah Saw. berdiri tegak di hadapan lebih dari 100.000 muslim; umat yang disatukan oleh Islam, di mana sebelumnya mereka bergelimang antara kubang hitam perpecahan dan kobaran api fanatisme. Di hari Haji Wada&#8217; itu, Rasulullah berdiri, mengingatkan umat Islam akan bahaya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=321&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#333399;">Haji Momentum Hilangkan Segala Perpecahan</span></h3>
<p style="text-align:center;"><a href="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/11/haji.jpeg"><img class="alignleft size-full wp-image-322" title="haji" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/11/haji.jpeg?w=146&#038;h=117" alt="" width="146" height="117" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Pada momen muktamar terbesar yang disaksikan dunia, pada Haji Wada&#8217; Rasulullah Saw. berdiri tegak di hadapan lebih dari 100.000 muslim; umat yang disatukan oleh Islam, di mana sebelumnya mereka bergelimang antara kubang hitam perpecahan dan kobaran api fanatisme.</p>
<p style="text-align:justify;">Di hari Haji Wada&#8217; itu, Rasulullah berdiri, mengingatkan umat Islam akan bahaya upaya setan untuk mengembalikan umat Islam ke jurang perpecahan dan fanatisme jahiliah. Saat itu Rasulullah Saw. menyeru,<span id="more-321"></span></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Setelah aku tiada, janganlah sekali-kali kalian kembali kepada kekafiran, di mana sebagian kalian membunuh sebagian yang lain. Sungguh setan telah putus asa karena ia tidak lagi disembah oleh orang-orang yang melakukan shalat. Akan tetapi, ia selalu berupaya keras untuk menghasut di antara kalian.&#8221; </em>(HR. Imam Ahmad).</p>
<p style="text-align:justify;">Maksudnya, makar setan atas umat yang bersatu ini adalah, menghasut (memprovokasi) sesama mereka dengan permusuhan, dengki, perang, fitnah, dan lainnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Dan pada haji terakhir itu, Rasulullah Saw. juga meminta umat Islam yang hadir untuk menyampaikan isi khutbah kepada seluruh umat Islam. Rasulullah Saw. bersabda,</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Hendaknya orang-orang yang hadir (mendengar khutbah haji Wada&#8217; ini) menyampaikan kepada yang tidak hadir. Bisa jadi orang yang disampaikan itu lebih mengerti dari pada orang yang mendengar langsung.&#8221; </em>(Shahih Bukhari).</p>
<p style="text-align:justify;">Hingga saat ini, umat Islam masih bergembira dengan taujihat nabawiah ini. Seluruh umat Islam berkumpul melakukan ibadah haji tahun demi tahun, mendeklarasikan totalitas ibadah, ikhlas karena Allah, dan menanggalkan seluruh sebab-sebab perpecahan. Sehingga tidak berkibar kecuali bendera persatuan Islam. Tidak dikumandangkan kecuali seruan persaudaraan.</p>
<p style="text-align:justify;">Kumandangan persatuan ini berlangsung di saat kondisi ruhiah seorang hamba yang melakukan haji memuncak. Sehingga, munajat saat itu sendu. Ketaatan menjadi manis. Cahaya iman mengalir ke seluruh tubuh. Saat itu seorang muslim berada lebih tinggi dari pada alam manusia. Dosa-dosa diampunkan. Setiap langkah orang melakukan haji ditulis oleh malaikat sebagai satu kebaikan, dan menghilangkan satu keburukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Orang-orang yang melakukan ibadah haji tidak disibukkan kecuali beribadah kepada Allah. Raungan mereka takbir. Teriakan mereka, tasbih. Panggilan mereka, talbiah. Langkah mereka, ibadah. Jalan mereka, shalat. Berpergian mereka, hijrah kepada Allah. Tujuan mereka, maghfirah dan keridhaan Allah. Anda melihat mereka bersatu dan teratur, walau berbeda jenis, bahasa, dan negara.</p>
<p style="text-align:justify;">Inilah gambaran persatuan umat Islam itu, yang direpresentasikan oleh umat Islam di saat mereka melakukan ibadah haji yang sangat mulia.</p>
<p style="text-align:justify;">Maka bergembiralah wahai tamu-tamu Allah. Orang-orang yang memenuhi panggilan khalil Allah, Nabi Ibrahim a.s. Oleh karena itu, dari ibadah haji ini, hendaknya umat Islam menanggalkan sebab perpecahan, menjauhi sebab perbedaan, menolak upaya hasut dan provokasi setan, meninggalkan seluruh bendera dan syiar kecuali bendera tauhid dan syiar talbiah. Berobsesilah untuk terus berzikir dan taat, sibukkan diri di setiap saat dengan talbiah dan doa.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya juga mengingatkan Anda sekalian untuk berdoa untuk umat Islam, agar Allah menjauhkan umat Islam dari fitnah. Menunjukkan umat jalan yang lurus. Menjaga umat dari makar musuh dan orang-orang yang tidak mengerti. Berdoa agar tempat-tempat suci kita dibebaskan dari tangan-tangan perampas. Rumah-rumah umat Islam terbebas dari tangan-tangan penjajah. Memberikan umat Islam ketinggian. Memperbaiki rakyat dan pemimpin. Menyatukan hati mereka dalam kebaikan. Menghilangkan keburukan di antara mereka. Menjadikan mereka satu barisan dalam melawan musuh-musuh Allah.</p>
<p style="text-align:justify;">Semoga Allah menerima haji Anda sekalian. Semoga Allah memberi ampunan bagi Anda sekalian dan orang-orang yang Anda mohon ampun untuknya. Semoga Allah menjaga Anda sekalian dari setiap bala. Dan semoga Anda sekalian kembali ke negara masing-masing dengan ibadah yang diterima, ampunan, kesenangan, dan keridaan Allah Swt..</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Wallâhu akbar, walillâhilhamd. Washallâllahu wa sallam ‘alâ Nabiyyina Muahmmad, wa ‘alâ alihi wa shahbihi ajma‘în.</em></p>
<p style="text-align:justify;">&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/321/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/321/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=321&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/11/26/hikmah-ibadah-haji/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/11/haji.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">haji</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Di Balik Musibah Pasti Ada Hikmahnya</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/10/26/di-balik-musibah-pasti-ada-hikmahnya/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/10/26/di-balik-musibah-pasti-ada-hikmahnya/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 20:29:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=317</guid>
		<description><![CDATA[Mengambil Hikmah dari Musibah Gempa Peringatan sebagai rahmat Di antara rahmat dan kasih sayang Allah terhadap umat ini Ia adalah tidak akan mengadzab umat secara merata sekaligus. Dengan sebab barakah do’a Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar tidak mengadzab umat ini secara merata. Yang Artinya : …Dan aku meminta kepada Rabb-ku untuk umatku agar Allah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=317&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Mengambil Hikmah dari Musibah Gempa</strong></p>
<p align="center"><strong><br />
</strong></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-318" title="ambil hikmahnya" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/10/ambil-hikmahnya.jpeg?w=125&#038;h=90" alt="ambil hikmahnya" width="125" height="90" /> <strong>Peringatan sebagai rahmat</strong><br />
Di antara rahmat dan kasih sayang Allah terhadap umat ini Ia adalah tidak akan mengadzab umat secara merata sekaligus. Dengan sebab barakah do’a Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam agar tidak mengadzab umat ini secara merata. Yang Artinya :<br />
…Dan aku meminta kepada Rabb-ku untuk umatku agar Allah tidak membinasakan umat ini dengan paceklik yang merata…(HR. Muslim dalam kitab al-Fitan wa Asyrathu as-Sa’ah)</p>
<p>Umat ini mendapatkan adzab sebagian kecil dari mereka sebagai peringatan untuk yang lainnya, maka kita bersyukur pada Allah Ta’ala  dengan rahmat-Nya ini dan mengambil bencana yang Allah Ta’ala timpakan pada suatu kaum sebagai pelajaran dan peringatan.<span id="more-317"></span></p>
<p><strong>Bencana karena dosa</strong><br />
Bencana yang terjadi pada umat ini, apakah gempa, banjir, gunung meletus, dan lain-lain merupakan adzab bagi sebagian mereka. Itupun masih banyak dosa-dosa yang dimaafkan.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
Dan musibah apapun yang menimpa kalian adalah disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahan kalian). (asy-Syuraa: 30)</p>
<p>Allah Ta’ala juga berfirman:<br />
Maka masing-masing (mereka itu) Kami adzab disebabkan dosanya. Di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu, di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan (dalam air), dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. (al-Ankabut: 40)</p>
<p>Analisa yang dilakukan oleh para ilmuwan, peneliti dan profesor-profesor tidak lain hanyalah berbicara tentang sebab akibat, Untuk itu jangan melupakan Allah yang menakdirkannya. Apakah dengan ilmu yang mereka miliki bisa mencegah terjadinya gunung meletus atau gempa bumi? Manusia hanya bisa memperkirakan akan terjadi letusan gunung berapi dan mengungsikan orang-orang dari gunung yang diperhitungkan akan meletus tersebut. Mereka tidak pernah memperkirakan bahwa setelah mereka turun ke bawah, justru terjadi gempa bumi yang sangat dahsyat yang tidak pernah diperhitungkan sama sekali. Apa yang ditemukan oleh para ilmuwan hanyalah: “Pusat gempa berada di laut” atau “kekuatan gempa 5,9 scala Richter” atau kalimat-kalimat lain yang tidak dapat menyelamatkan mereka sama sekali.</p>
<p>Oleh karena itu marilah kita bertaubat kepada Allah Ta’ala, karena bencana ini mungkin disebabkan karena dosa-dosa kita yang terlalu besar dan banyak. Bahkan telah tersebar praktek-praktek kesyirikan yang merupakan dosa yang paling besar di tengah-tengah masyarakat kita. Acara-acara syirik seperti ruwatan, sedekah bumi, sedekah laut, pesta laut, sesajen-sesajen untuk nyi loro kidul, benda-benda yang dianggap keramat, pusaka di keraton-keraton dan lain-lainnya, ajaran siapakah semua itu?! Apakah yang demikian tidak menyebabkan Allah murka?! Apakah kita belum dapat mengambil pelajaran dengan terjadinya Tsunami di daerah Sumatera sebelum ini?</p>
<p>Perhatikan, Allah Ta’ala berfirman:<br />
Dan Kami tidaklah menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. Karena itu tidaklah bermanfaat sedikitpun kepada mereka sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah, di waktu adzab Rabb-mu datang. Dan sembahan-sembahan itu ti-daklah menambah kepada mereka kecuali kebinasaan belaka. Dan begitulah adzab Rabb-mu, apabila Dia mengadzab penduduk negeri-negeri yang berbuat dzalim. Sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras.</p>
<p><strong>Jangan merasa aman dari adzab Allah</strong><br />
Sungguh praktek-praktek kesyirikan yang terjadi di kota Yogyakarta dan sekitarnya banyak pula terjadi kota-kota lain. Kemaksiatan-kemaksiatan seperti zina, khamr dan narkoba yang terjadi di kota Yogyakarta banyak pula terjadi di kota-kota lain. Kebid’ahan-kebid’ahan dan kesesatan-kesesatan yang terjadi di Yogyakarta banyak pula terjadi di kota-kota lain. Maka bencana yang kini terjadi di Yogyakarta dan sekitarnya hendaklah menjadi peringatan terhadap daerah-daerah lain yang sementara ini masih aman. Kita tidak boleh merasa tenang selama praktek-praktek kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan masih mendominasi daerah kita.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:<br />
Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari pada waktu mereka sedang tidur? Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka pada waktu matahari naik sepenggalah ketika mereka sedang bermain? Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tidaklah ada yang merasa aman dari azab Allah kecuali orang-orang yang merugi. (al-A’raaf: 97-99)</p>
<p>Makna “tidak merasa aman” adalah takut kepada Allah, selalu berdoa dan berupaya untuk dijauhkan dari adzab dengan meninggalkan kesyirikan, kebid’ahan dan kemaksiatan.</p>
<p><strong>Mencegah bencana dengan Taubat</strong><br />
Bertaubat kepada Allah Ta’ala dan merubah perilaku kita adalah satu-satunya upaya untuk mencegah terjadinya “bencana alam”. Dan sesungguhnya Allah-lah yang menakdirkan terjadinya seluruh bencana-bencana tersebut dengan keadilan dan hikmah-Nya yang sangat besar. Alam tidak memiliki kekuasaan apapun. Ia tidak menakdirkan, tidak dapat menentukan dan tidak pula dapat mencegahnya, karena ia memang bukan tuhan.</p>
<p>Syaikh Muqbil bin Hadi berkata: ”Barang siapa yang menyandarkan kejadian-kejadian kepada alam dengan memaksudkan bahwa alamlah yang mengatur dan menentukan maka dia kafir”. (Majmu’atur Rasa’il, pada risalah Idlahul Maqal Fi Asbabiz Zilzal, hal. 142).</p>
<p>Maka aqidah yang harus diyakini oleh setiap muslim adalah tidak akan ada satu pun makhluk yang dapat menghalangi terjadinya bencana yang Allah Ta’ala takdirkan kecuali dengan bertaubat dan berdoa kepada-Nya.</p>
<p>Perhatikanlah apa yang telah diupayakan oleh orang-orang terdahulu yang jauh lebih kuat dari kita bahkan rumah-rumah mereka diukir dari batu yang tahan gempa. Namun apa yang terjadi? Karena kekafiran mereka, Allah adzab mereka dengan cara lain, yaitu dengan suara melengking tinggi yang memutuskan jantung-jantung mereka. Atau Allah adzab mereka dengan udara dingin tujuh hari delapan malam yang membunuh mereka secara keseluruhan. Allah Ta’ala  berfirman tentang kaum ‘Ad dan kaum Tsamud:</p>
<p>Kaum Tsamud dan &#8216;Aad telah mendustakan hari kiamat. Adapun kaum Tsamud, mereka telah dibinasakan dengan suara yang luar biasa, Adapun kaum &#8216;Aad maka mereka telah dibinasakan dengan angin yang sangat dingin lagi amat kencang, yang Allah menimpakan angin itu kepada mereka selama tujuh malam dan delapan hari terus menerus. maka kamu lihat kaum &#8216;Aad pada waktu itu mati bergelimpangan seakan-akan mereka tunggul-tunggul pohon korma yang telah lapuk. Maka kamu tidak melihat seorangpun yang tersisa di antara mereka. (al-Haaqah: 3-8)</p>
<p>Maka jadilah mereka bangkai-bangkai yang berserakan di rumah-rumah mereka yang masih utuh. Sebagaimana Allah kisahkan dalam ayat lain:</p>
<p>Dan satu suara keras yang mengguntur menimpa orang-orang yang dzalim itu, lalu mereka mati bergelimpangan di rumah-rumah mereka. (Huud: 67)</p>
<p>Untuk itu janganlah kita mengandalkan kekuatan fisik seperti mereka dahulu. Atau mengandalkan kecanggihan teknologi yang kita miliki untuk menghindar dari adzab Allah. Tidak ada satu pun yang dapat mencegahnya kecuali memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya.</p>
<p><strong>Bencana sebagai ujian</strong><br />
Kita tidak mengingkari adanya orang-orang shalih, ahli tauhid, atau ahlus sunnah yang masih berada di atas jalan kebenaran di tengah-tengah mereka yang tertimpa bencana. Adzab tersebut bagi mereka merupakan ujian yang akan menambah pahala mereka dikarenakan kesabaran mereka.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepada kalian, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, &#8220;Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun&#8221;. (al-Baqarah: 155-156).</p>
<p><strong>Amar Ma’ruf Nahi Mungkar mencegah terjadinya bencana</strong><br />
Namun Allah Ta’ala memperingatkan orang-orang yang shalih tersebut akan datangnya adzab yang jika turun tidak hanya mengenai orang yang dhalim saja akan tetapi adzab itu merata dan mengenai orang-orang yang shalih. Yang demikian agar orang-orang shalih tersebut mencegah kemungkaran-kemungkar-an yang ada di tengah mereka sebagai upaya menunda turunnya adzab.</p>
<p>Allah Ta’ala berfirman:</p>
<p>Dan peliharalah diri-diri kalian dari siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang dzalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (al-Anfaal: 25)</p>
<p>Diriwayatkan dari Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:</p>
<p>Laa ilaha illallah, celaka negeri Arab dari kejelekan yang sudah dekat. Pada hari ini telah terbuka benteng Ya’juj wa Ma’juj seperti ini. (Sambil mengisyaratkan dengan tangannya).</p>
<p>Maka Zainab bintu Jahsy Radhiyallahu ‘Anha pun berkata:<br />
“Wahai Rasulullah, apakah kita akan dibinasakan padahal di tengah-tengah kita ada orang-orang yang shalih? Rasulullah menjawab: “Ya, ketika telah merajalelanya kejelekan”. (HR. Bukhari Muslim).<br />
<em>Wallahu A’lam. </em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Dikirim tanggal : <em>2009-10-02 </em></p>
<p>Pemateri : <em>Ust. Muhammad Umar</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/317/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/317/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=317&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/10/26/di-balik-musibah-pasti-ada-hikmahnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/10/ambil-hikmahnya.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">ambil hikmahnya</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Antara Gempa dan Hari Kiamat</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/10/26/antara-gempa-dan-hari-kiamat/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/10/26/antara-gempa-dan-hari-kiamat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 19:55:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=313</guid>
		<description><![CDATA[Ada Apa Dengan Gempa Gempa kembali mengguncang Indonesia. Kali ini wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya yang dilanda. Gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter itu menggoyang Kota Padang dan sekitarnya pada pukul 17.15 WIB (30/9). Dalam dekade terakhir, guncangan gempa di wilayah Sumatra Barat ini seperti melengkapi tragedi-tragedi sebelumnya. Dimulai dari tragedi Aceh (26/12/2004), Yogyakarta (27/5/2006), [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=313&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Ada</strong><strong> Apa Dengan Gempa</strong></p>
<p style="text-align:center;"><img class="aligncenter size-full wp-image-314" title="gempa" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/10/gempa.jpeg?w=172&#038;h=119" alt="gempa" width="172" height="119" /></p>
<p>Gempa kembali mengguncang Indonesia. Kali ini wilayah Sumatra Barat dan sekitarnya yang dilanda. Gempa berkekuatan 7,6 pada Skala Richter itu menggoyang Kota Padang dan sekitarnya pada pukul 17.15 WIB (30/9). Dalam dekade terakhir, guncangan gempa di wilayah Sumatra Barat ini seperti melengkapi tragedi-tragedi sebelumnya. Dimulai dari tragedi Aceh (26/12/2004), Yogyakarta (27/5/2006), Pangandaran (17/7/2006), dan Tasikmalaya (2/9/2009).<span id="more-313"></span></p>
<p>Memang, rentetan musibah ini bisa dilihat dari berbagai sudut. Dari sisi bahwa kita seorang Muslim yang tak mungkin melepaskan segala hal dengan kekuasaan Allah, tentu harus melihatnya dengan kacamata khusus. Bahwa, musibah ini merupakan teguran agar kita sadar untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya.</p>
<p>Terlepas dari itu, jika kita telusuri sejarah, kita menemukan banyak nash yang &#8221;memprediksi&#8221; akan terjadinya peristiwa ini. Ternyata, jauh-jauh hari Nabi Muhammad SAW telah mengabarkan kepada kita akan terjadinya banyak gempa. Dan, itu bagian dari tanda dekatnya kedatangan hari kiamat!</p>
<p>Dikisahkan, seorang shahabat Nabi SAW, Abdullah bin Hawalah, sedang duduk bersama para shahabat lainnya. Setelah menyampaikan beberapa ucapannya, Rasulullah SAW meletakkan tangannya di atas kepala Abdullah bin Hawalah. Hal ini biasa beliau lakukan untuk menarik perhatian para shahabatnya. Ada kalanya beliau meletakkan telapak tangannya di atas paha atau bahu para shahabatnya seraya mengulangi sabdanya hingga tiga kali.</p>
<p>Abdullah bin Hawalah menyadari Rasulullah SAW akan menyampaikan sesuatu yang amat penting. Ia harus menyimaknya dengan baik. Rasulullah SAW pun segera bersabda, &#8221;Wahai putra Hawalah! Jika engkau melihat perselisihan telah terjadi di Tanah Suci, maka telah dekat terjadinya gempa-gempa bumi, bala bencana, dan perkara-perkara yang besar, dan hari kiamat pada waktu itu lebih dekat kepada manusia daripada kedua tanganku ini ke kepalamu.&#8221;</p>
<p>Hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya ini terdapat juga dalam Mustadrak al-Hakim. Al-Hakim mengatakan, isnad hadis ini sahih. Namun, Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya. Perkataan al-Hakim ini diperkuat oleh adz-Dzahabi. Al-Albani mensahihkannya dalam Shahih al-Jami&#8217;ush Shagir (6/263, hadis no 7715).</p>
<p>Hadis senada diriwayatkan dari Abu Hurairah. Rasulullah SAW bersabda, Takkan datang kiamat sehingga banyak terjadi gempa bumi (HR Bukhari, Kitab Al-Fitan 13: 81-82).</p>
<p>Dalam Fathul Bari (13/87), Ibnu Hajar al-Asqalani menjelaskan, Telah banyak terjadi gempa bumi di negara-negara bagian utara, timur, dan barat. Tapi yang dimaksud hadis ini adalah gempa bumi secara merata dan terus-menerus.</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW 14 abad lalu itu seolah menyentakkan kesadaran kita. Bahwa kiamat benar-benar makin mendekat. Beragam musibah, di antaranya gempa bumi makin merajalela.</p>
<p>Secara logika ini amat bisa dipahami. Bumi tak ubahnya seperti benda ciptaan Allah lainnya. Ia seperti benda yang jika digunakan terus-menerus, apalagi tanpa dibarengi dengan usaha perbaikan, akan cepat rusak. Kondisi alam yang kini kita nikmati tak sebaik dulu. Udara yang kini kita hirup tak sesegar saat kita masih kecil dulu, apalagi jika dibandingkan dengan ratusan atau ribuan tahun lalu.</p>
<p>Usia bumi makin menua. Manusia yang diberikan kepercayaan untuk memanfaatkan dan memakmurkannya, ternyata telah melakukan kerusakan. Isi perut bumi dikeruk, permukaannya dijarah, ekosistem laut dirusak, bebukitan yang sebelumnya anggun diselimuti hijaunya hutan, kini gundul. Air sungai yang sebelumya mengalir bening, kini tak lagi jernih. Kita kehausan di tengah limpahan air.</p>
<p>Allah menggambarkan kondisi ini dalam firman-Nya, Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS ar-Ruum: 41).</p>
<p>Bumi benar-benar makin tua. Alam telah kehilangan keseimbangan.<br />
Rasulullah SAW menandai tuanya usia bumi dengan maraknya beragam musibah.</p>
<p>Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad di atas, Rasulullah sepertinya ingin menjelaskan, jika beragam musibah sudah datang, yang di antaranya ditandai dengan beruntunnya gempa bumi, maka waspadalah kiamat makin dekat.</p>
<p>Kini isyarat sabda Rasulullah SAW tersebut mulai menunjukkan kenyataan. Gempa bukan satu-satunya gejala yang menandai tuanya usia bumi. Sejak beberapa tahun lalu, (29/5/2006), sebuah sumur gas yang sedang dieksplorasi di Kecamatan Porong, menyemburkan lumpur panas-beracun.</p>
<p>&#8221;Judulnya rakus,&#8221; kata seorang ahli perminyakan, mengomentari kelakuan PT Lapindo Brantas yang sudah tahu ada lapisan lumpur masif tapi memaksakan alatnya untuk menjangkau kandungan gas ratusan meter di bawah lumpur itu.</p>
<p>Tim gabungan pusat-pusat kehebatan teknologi manusia Indonesia menyimpulkan, lumpur itu berasal dari pegunungan lumpur (mud mountain) yang ada di bawah Porong. Pegunungan itu lebarnya 20 km dan panjangnya 200 km. Puncak pegunungan lumpur itu berkisar antara 600-1.000 meter di bawah permukaan tanah Porong. Tak ada profesor geologi manapun di Indonesia yang tahu kapan lumpur itu akan berhenti menyembur.</p>
<p>Pertama kali meluap, hasil pengeboran Lapindo itu memuntahkan lumpur sebesar 5.000 meter kubik per hari. Pada akhir tahun ini, diperkirakan volume banjir lumpur akan melebihi 10 juta meter kubik. Dua kali lebih banyak dari volume kubah larva puncak Merapi.</p>
<p>Kabarnya juga, setelah diteliti, usia lumpur panas dan beracun itu lebih tua daripada usia Pulau Jawa yang sudah jutaan tahun. Hebatnya lagi, ternyata pegunungan lumpur seperti di Porong, Sidoarjo, ini masih terdapat lagi di enam titik lain yang tersebar di seluruh Jawa Timur.</p>
<p>Kita sudah dilibas tsunami di Aceh, juga di Pangandaran. Kita sudah digentarkan Merapi, juga dihajar gempa di Yogya-Klaten. Kita sudah digelontori banjir bandang dan longsor mengerikan di Sinjai, tak ketinggalan di Jember. Di Tasik, juga gempa  melanda diikuti longsor di Cianjur.</p>
<p>Semua musibah itu benar-benar datang spontan. Sebentar dan sesudahnya kita lupa. Bangsa ini tak ubahnya &#8221;murid Sekolah Luar Biasa (SLB)&#8221; yang harus diberi pelajaran agak pelan dan lama, dengan terapi khusus. Bukan dengan tsunami yang datang cepat dan usai segera atau seperti air bah yang segera hilang dalam sekejap.</p>
<p>Maka, lumpur panas disemburkan pelan-pelan melahap kebanggaan-kebanggaan kita, sampai kita tersungkur bersujud. Dunia makin tua. Tanda-tanda ketuaan itu makin nyata. Kiamat makin mendekat. Lalu, mengapa kita masih ragu bertaubat?</p>
<hr size="2" /><em>Penulis: Penulis Buku </em></p>
<p><em>Sumber: Harian Republika, Jum&#8217;at 16 Oktober 2009</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=313&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/10/26/antara-gempa-dan-hari-kiamat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/10/gempa.jpeg" medium="image">
			<media:title type="html">gempa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pacaran Syar&#8217;i</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/06/12/pacaran-syari/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/06/12/pacaran-syari/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 12 Jun 2009 17:25:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Pacaran Sih Boleh, Asalkan??? Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat itu ialah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, meminum khomer terang-terangan, dan meluasnya perzinahan.” (HR. Bukhari, Fathul Bari 1/178) Sahabat muda, gimana nich kabar kamu semuanya, semoga tetap istiqomah dan stay-tune terus ya di garda terdepan untuk memperjuangkan nilai-nilai tauhid, guna tegaknya syari’at [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=308&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Pacaran Sih Boleh, Asalkan???</strong></p>
<p align="center"><strong><img class="aligncenter size-full wp-image-309" title="kucing soulmet" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/06/kucing-soulmet.jpg?w=129&#038;h=92" alt="kucing soulmet" width="129" height="92" /><br />
</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p>Dari Anas ra, Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya diantara tanda-tanda kiamat itu ialah diangkatnya ilmu, tersebarnya kebodohan, meminum khomer terang-terangan, dan meluasnya perzinahan.” (HR. Bukhari, Fathul Bari 1/178)</p>
<p>Sahabat muda, gimana nich kabar kamu semuanya, semoga tetap istiqomah dan stay-tune terus ya di garda terdepan untuk memperjuangkan nilai-nilai tauhid, guna tegaknya syari’at Allah swt di muka bumi, terbangunnya masyarakat Islami serta merumput dan merebak harumnya kehidupan sunnah nabi saw, tetap semangat khan?</p>
<p>Kale ini kita akan  mengupas tuntas tentang PACARAN, oke kan?!. Kita kupas-pas sampai tajam, setajam silet (cie ilah, udah kaya acara di tv aja <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> …). Maklum brur, biar kerenan dikit.<span id="more-308"></span></p>
<p>Yup… jangan negative thingking dulu donk sobat, tentang judul tebal di atas! Kita kudu tahu dulu maksudnya, gimana maksudnya? Ya…, gitu deh.</p>
<p>Sobat muda yang cakep and cantik (cakep buat ikhwan, cantik buat akhwat) iya ngga? jangan ge-er gitu lho.</p>
<p>Pada dasarnya, setiap manusia yang terlahirkan itu, sekurangnya memiliki tiga naluriah dasar pada dirinya. Apa tuh…? Satu, naluri untuk bertauhid atau beragama (yang merupakan nilai fithrah tertinggi) Dua, naluri untuk mempertahankan dirinya (seperti keinginan untuk menang dan berprestasi), dan yang ketiga, naluri untuk melestarikan keturunan (example; sifat ke-Ibuan, ke-Bapa-an, dan adanya rasa suka kepada lain jenis).</p>
<p>Nah, berpijak dari naluri yang ketiga inilah, mungkin sebagian remaja muda dan ‘remaja’ berkumis dan beruban bahkan bercucu, sudah bau tanah pun kedapatan masih kita temukan, melegal-kan atau membolehkan berpacaran atau dengan kata lain mengungkapkan rasa cinta dan suka kepada lain jenis. Na’udzubillah. Tidak ada yang menyangkal tentang adanya anggapan bahwa rasa cinta adalah anugerah yang harus disyukuri. We agree friend. Tapi, ada tapinya tuh, apaan? Kalau ekspresi syukur yang terlahirkan adalah adanya pengungkapan rasa cinta kepada lain jenis, terus jadian, janjian dan pada akhirnya akan melahirkan pertemuan. Ya ketemu…an deh! Dari mata turun ke hati, terus ke kali deh, eh, beropra…si deh. Mulai saling lihat, pegangan tangan dan titik-titik dan titik-titik (sensor man)?!!</p>
<p>Berarti kalau demikian, boleh donk pengungkapan rasa cinta tetapi tidak melahirkan hal tersebut! Ya Boleh, tapi harus memenuhi syarat berikut; Pertama, kamu bilang ke bokap and nyokap bahwa kamu sudah siap untuk menikah, Kedua, jika ada someone (gadis atau pemuda) yang kamu sukai, maka kamu dan orang tua datangi orang tua gadis tersebut, bahwa kamu menyukainya, untuk apa? Ya untuk mengkhitbah (melamarnya) doong, terus jarak waktu setelah melamar itu, jangan lama-lama, dan tidak boleh berkholwat (berduaan), apa lagi jalan bareng, dan segala bareng. Kalau ditolak gimana? Ya… tanggung risiko dong! he…he… (sabar githu lo!).</p>
<p>Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat (akhir), janganlah ia bersunyi-sepi berdua-duaan dengan wanita yang tidak disertai muhrimnya, sebab bila demikian, syetanlah yang akan menjadi pihak ketiganya.” (HR. Ahmad)</p>
<p>Praktek pacaran juga bermacam-macam, ada yang sekedar berkirim surat, telepon, menjemput, mengantar atau menemani pergi ke suatu tempat, lebih jauh dan kelewatannya, sampai ada yang layaknya pasutri (pasangan suami istri). Na’udzubillah. Dan semua itu adalah pintu-pintu masuk untuk perbuatan zina. Allah swt berfirman, “Dan janganlah mendekati zina…” (QS. Al Isra: 32)</p>
<p>Dikalangan remaja sekarang ini, pacaran menjadi trend dan identitas yang sangat dibanggakan. Tidak sedikit yang mendapat julukan bujang lapuk, kurang gaul dan zomblo, akibat belum punya teman special alias pacar.</p>
<p>Biasanya seorang remaja akan bangga dan ‘pd’ abis jika sudah memiliki pacar, walau pun cinta yang berkisar diantara mereka adalah cinta monyet, lokasi sampai cinta beruk. Kalau cinta gajah dan kuda ada ngga ya? Karena itu, mencari pacar di kalangan remaja tidak saja menjadi sebuah kebutuhan biologis tetapi juga menjadi kebutuhan secara sosial. Ya Allah segitunya…!</p>
<p><strong>Pacaran Islami? Ya gak ada!</strong><br />
Ada yang mengira bahwa pacaran itu ada yang Islami, ketika apel, sebelum masuk rumah si dia, mengucapkan salam terlebih dahulu, terus salaman dan mengucapkan istighfar. Lho kok! Gimana tuh ceritanya? Bukankah itu sebuah pelecehan terhadap Islam?</p>
<p>Rasulullah saw tidak pernah tangannya menyentuh wanita non muhrim. Bahkan beliau menyatakan, lebih baik dibakar atau ditusuk besi membara dari pada harus menyentuh wanita yang bukan haknya.<br />
Kalau ditanya maslahat dan mudlorotnya, jelas mudhrotnya yang secara dominan seratus persen. Sahabat pingin tau fitnah dan akibat dari pacaran?</p>
<p><strong>1. Kontak pandangan yang bermuatan syahwat</strong><br />
Hal ini mustahil bisa terhindarkan ketika sedang berdua-duaan atau jika di sekelilingnya lain jenis. Dan ini merupakan perbuatan haram. Rasulullah saw bersabda, “Pandangan itu adalah anak panah beracun dari anak-anak Iblis, siapa saja yang dapat menghindarkannya karena takut kepada Allah karena ia akan dikaruniakan kelezatan dan manisnya Iman di dalam hatinya.” (HR. Hakim)</p>
<p><strong>2. Kontak fisik</strong><br />
Yang ini pun tak bisa dielakan ketika berpacaran, dan ketika sedang bergerombolnya antara lain jenis. Padahal Rasulullah saw mengharamkan untuk bersentuhan dengan seseorang yang bukan muhrim. Di sinilah kenapa Rasulullah mengharamkan untuk berikhtilath (bercampur baur lain jenis)</p>
<p><strong>3. Zina</strong><br />
Inilah akibat terbesar dan tujuan syetan dibalik goda rayunya yang menggiurkan itu. Hubungan di luar nikah merupakan dosa besar dan perbuatan nista dan aib dihadapan Allah swt.</p>
<p>Nah sahabat muda, ngerikan kita melihat akibatnya? Maka untuk terhindar dari hal tersebut kita harus sebaliknya, dari hal tersebut, jangan berbuat yang mengarah padanya, tidak bersentuhan dengan non muhrim, tidak ikhtilat, khalwat, menundukan pandangan mata (baca QS. An-Nur: 30-31), dan mengenakan hijab (jilbab) syar’i, yang disukai Allah dan Rosul-Nya. (tentang pembahasan jilbab syar’i, Sahabat bisa membacanya di kolom gerimis muda edisi 9 ). Jadi dengan demikian, katakan tidak dan putus hubungan dengan pacaran. Tapi Sahabat, sekarang ada ‘fatwa’ teranyar yang menyatakan, ‘Pacaran itu boleh, asalkan sesudah ‘aqad pernikahan’. Huuh.. He..he.. <em>Wallahu’alam</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/308/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/308/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=308&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/06/12/pacaran-syari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/06/kucing-soulmet.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">kucing soulmet</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Sang Muallaf</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/06/09/kisah-sang-muallaf/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/06/09/kisah-sang-muallaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2009 00:21:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=303</guid>
		<description><![CDATA[Seekor Ayam Telah Menghancurkan Tuhan-Tuhan Kami!! &#8220;Sudah menjadi kebiasaanku sebelum Islam, setiap kali aku mengunjungi sebuah kota atau perkampungan, maka tempat pertama yang aku cari dan aku masuki adalah tempat ibadah seperti gereja dan lain-lain. Hingga akhirnya aku masuk ke sebuah masjid jami&#8217;. Pada saat itu kaum muslimin sedang melak-sanakan shalat Maghrib. Aku menunggu hingga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=303&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>Seekor Ayam Telah Menghancurkan </strong></p>
<p style="text-align:center;"><strong>Tuhan-Tuhan Kami!!</strong></p>
<p><strong><br />
<img class="alignleft size-full wp-image-304" title="hidayah" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/06/hidayah.jpg?w=130&#038;h=95" alt="hidayah" width="130" height="95" /></strong>&#8220;Sudah menjadi kebiasaanku sebelum Islam, setiap kali aku mengunjungi sebuah kota atau perkampungan, maka tempat pertama yang aku cari dan aku masuki adalah tempat ibadah seperti gereja dan lain-lain. Hingga akhirnya aku masuk ke sebuah masjid jami&#8217;. Pada saat itu kaum muslimin sedang melak-sanakan shalat Maghrib. Aku menunggu hingga me-reka selesai mengerjakan shalat lalu aku menemui imam masjid yang sedang berkumpul dengan para ja-maah. Kemudian berlangsunglah diskusi dengannya tentang permasalahanku yang merupakan awal aku masuk ke dalam agama Islam.&#8221; <span id="more-303"></span></p>
<p>Dari sinilah Abdullah al-Mahdi memulai bercerita tentang keislamannya, bagaimana ia masuk ke dalam Islam, apa yang mempengaruhinya hingga ia memeluk agama Islam dan tentang kehidupannya sebelum masuk Islam. Abdullah al-Mahdi berkata, &#8220;Namaku sebelum Islam Leonardo Viliyar. Aku lahir pada tanggal 4 Desember 1935 di sebuah keluarga Kristen Katolik. Sewaktu kecil, aku dipelihara oleh kakek dan nenekku. Mereka mengajariku tentang aliran Katholik yaitu keyakinan trinitas. Keyakinan bahwa Isa adalah anak Allah dan dialah yang kita sembah selain Allah. Mereka berdua mengirimku ke sekolah Inggris setelah berkali-kali aku memintanya. Hanya saja aku tidak menamatkannya, Alhamdulillah. Waktu itu umurku sekitar 5 tahun dan kepala sekolah pada awalnya tidak mau menerimaku karena umurku masih terlalu kecil. Tetapi pada akhirnya ia menerimaku juga setelah ia yakin bahwa pengetahuanku di atas teman-teman seusiaku.</p>
<p>Suatu kali mereka membiarkan aku tidur siang, sementara pintu rumah terbuka. Pada saat itu masuk induk ayam bersama anaknya. Aku tersentak bangun lalu aku ambil handuk untuk mengusir ayam itu ke-luar. Ayam tersebut terbang ke patung yang biasa kami sembah ketika sembahyang. Patung tersebut jatuh dan pecah berkeping-keping. Dari sini aku mengetahui bahwa patung tersebut terbuat dari kayu dan ia bukan Tuhan.</p>
<p>Aku berbicara kepada patung tersebut, &#8220;Kamu ini hanyalah kayu bukan Tuhan sebagaimana yang di yakini oleh nenek moyangku. Kamu tidak dapat me-nolong dirimu sendiri, bagaimana mungkin kamu dapat menolong orang lain.&#8221; Aku berkeinginan untuk mengancurkannya, namun karena aku masih kecil dan takut kakekku akan memukulku maka aku kembali meletakkanya di tempat semula. Aku mulai berfikir tentang perkara ini. Aku juga yakin bahwa di sana ada Tuhan yang hakiki yang menciptakan segala yang ada.</p>
<p>Pada keesokan harinya aku melihat kakekku sedang duduk, lantas akupun duduk di sampingnya. Lalu aku bertanya, &#8220;Apakah patung ini Tuhan?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Tidak. Tetapi kami menjadikannya sebagai kiblat pada shalat kami, seakan-akan kami berada di hadapan Tuhan di saat kami mengerjakan sembah-yang&#8221; Aku terdiam, tidak dapat mengungkapkan apa yang sedang berkecamuk di dalam jiwaku.&#8221;</p>
<p><strong>DISKUSI DENGAN KAKEKKU</strong></p>
<p>Kapan terjadi perubahan dalam hidupmu?<br />
Pada tahun 1943 M, tidak lama sebelum berakhir-nya perang dunia kedua, aku menemukan buku yang mereka namakan Injil Barnabes (Gospel of Barnabes). Akupun membaca isinya, di dalamnya ada sebuah ucapan yang dinisbatkan kepada Nabi Isa AS yang artinya kurang lebih adalah: &#8220;Sesungguhnya Tuhanmu tiada lain adalah Tuhanku, dan Rabbmu adalah Rabbku.&#8221;</p>
<p>Aku merasa heran dengan kalimat tersebut karena bertentangan sama sekali dengan akidah yang selama ini aku yakini. Seakan-akan aku kesulitan untuk me-mahaminya. Sementara umurku saat itu baru menginjak 9 tahun, maka aku bertanya kepada kakekku maksud dari kalimat tersebut. Akan tetapi ia tidak mau men-jawab pertanyaanku, bahkan sibuk mengamati kitab tersebut kemudian berkata, &#8220;Kamu jangan membaca kitab ini, karena itu akan menyesatkanmu dan men-jadikan kamu bimbang terhadap agamamu. Dan se-sungguhnya penulis kitab tersebut bukan dari orang Nashrani.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya, &#8220;Apakah ada agama lain selain aga-ma kita?&#8221;<br />
&#8220;Ya.&#8221; Jawab kakekku.<br />
Aku bertanya, &#8220;Apakah ada tuhan lain selain tuhan kita?&#8221;<br />
&#8220;Tidak.&#8221; Jawab kakekku.</p>
<p>Aku tanya lagi, &#8220;Apakah agama mereka lebih baik dari agama kita?&#8221;<br />
Kakekku menjawab, &#8220;Tidak, bahkan agama kita lebih baik dari agama mereka dan agama kita adalah yang terbaik dari semua agama.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya, &#8220;Bagaimana kalian mengetahui hal itu?&#8221;<br />
Kakekku berkata, &#8220;Aku telah mengetahuinya, dan jangan sekali-kali kamu membaca kitab ini.&#8221;</p>
<p>Akupun terdiam dan tidak tahu lagi apa yang harus aku ucapkan. Kemudian aku bertanya kepada nenekku, ibuku, paman-pamanku, tapi jawaban yang aku dapati sama semua, &#8220;Jangan kamu baca kitab ini.&#8221;</p>
<p>Aku bertanya pada diriku, &#8220;Apa rahasia dalam kitab ini? Kenapa mereka melarangku membacanya? Apakah mungkin seseorang mengatakan sesuatu ten-tang agamanya tapi ia berbohong kepada pencipta-nya? Apa yang terjadi kalau aku baca kitab ini?&#8221; Dan pertanyaan lain yang selalu terlintas dalam benakku.</p>
<p>Akhirnya aku bertekad untuk membaca kitab ini secara sembunyi dalam kamar. Aku membacanya ber-ulang-ulang dan aku memulainya dengan mencari agama yang dianut Isa AS.</p>
<p>Pada tahun 1947 M aku tinggalkan bangku seko-lah dan aku tidak lagi menghadiri acara-acara ritual keagamaan. Lalu Aku pergi ke sebuah rumah yang dihuni oleh seorang yang sudah tua. Aku memintanya untuk mengisahkan padaku tentang para nabi yang masyhur di kalangan mereka seperti Daud, Sulaiman, Ibrahim, Musa, Nuh dan Adam AS, dan aku juga ber-tanya kepadanya tentang beberapa permasalahan agama.</p>
<p>Ketika ayahku mengetahuiku meninggalkan bang-ku sekolah, ia sangat marah dan mengancam akan membunuhku. Kemarahannya memuncak saat ia me-ngetahuiku tidak lagi pergi ke gereja menghadiri sembahyang pada hari Minggu.</p>
<p><strong>17 TAHUN TANPA LELAH</strong></p>
<p>Akan tetapi, apakah kamu melemah dengan ancaman ayahmu?<br />
Aku tidak berhenti untuk mencari keyakinan, aku mulai berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya, dari satu pulau ke pulau lainnya selama 17 tahun tanpa merasa lelah.</p>
<p><strong>SAAT BERPINDAH AGAMA</strong></p>
<p>Bagaimana kisah di saat ia berpindah agama?<br />
Pada tahun 1963 aku sampai di kota Marawi di pulau Mindanao sebelah selatan Filipina yang berpen-duduk muslim. Sebagaimana kebiasaanku, bahwa ketika aku sampai di suatu kota maka tempat pertama yang aku singgahi adalah tempat peribadatan. Maka aku masuk ke sebuah masjid jami&#8217;. Pada saat itu, kaum muslimin sedang melaksanakan shalat maghrib. Aku menanti mereka hingga usai. Lantas aku menemui imam masjid dan orang-orang berkumpul di sekitar kami. Aku bertanya kepada sang imam, &#8220;Pekerjaan apa yang baru saja kalian lakukan?&#8221; ia menjawab, &#8220;Shalat.&#8221; Aku kembali bertanya, &#8220;Apakah ini agama kalian?&#8221; Ia jawab, &#8220;Benar.&#8221; Aku katakan, &#8220;Apa nama agama kalian?&#8221; Ia jawab, &#8220;Islam.&#8221; Aku tanyakan, &#8220;Siapa Tuhan kalian?&#8221; Ia jawab, &#8220;Allah.&#8221; Aku bertanya lagi, &#8220;Siapa Nabi kalian?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Muhammad SAW.&#8221;</p>
<p>Aku terdiam, karena tiga kata tersebut baru kali ini aku dengar. Aku berfikir dan kembali bertanya, &#8220;Bagaimana pendapat kalian mengenai al-Masih?&#8221; ia jawab, &#8220;Ia adalah Isa bin Maryam AS dan ia adalah nabi Allah.&#8221; Aku katakan, &#8220;Apa agamanya?&#8221; Ia menjawab, &#8220;Islam, karena semua para nabi beragama Islam.&#8221; Karena waktu yang ter-batas aku tidak mungkin memperpanjang pembica-raan, sementara aku masih asing di kota tersebut. Lalu aku berkata, &#8220;Apakah Kalian punya buku yang mung-kin aku baca?&#8221; lantas ia memberiku tiga buah buku berbahasa Inggris.</p>
<p>I. Buku Dinul Islam (agama Islam) tulisan Ahmad Ghawwasy.<br />
II. Terjemahan makna al-Qur&#8217;an tulisan Abdullah Yusuf Ali.<br />
III. Buku kecil tentang akidah.</p>
<p>Kemudian aku keluar dari masjid ke tempat yang aku tuju. Aku mulai membaca buku tersebut dengan teliti selama sepuluh hari dari awal sampai akhir, ter-nyata di dalamnya terdapat apa yang aku cari. Pada akhirnya aku berkeyakinan bahwa sekarang telah aku dapatkan agama yang dianut oleh Isa AS yang aku cari-cari selama dua puluh tahun.</p>
<p>Dalam buku itu di terangkan mengenai tata cara wudhu&#8217; dan rukun shalat. Aku kembali membaca buku tersebut dan sekaligus menghafalnya hingga aku mampu mempraktekkannya. Lalu pada Jum&#8217;at pagi tepatnya tanggal 24 Juni 1963, aku mendatangi rumah sang Imam dan aku bertanya, &#8220;Bolehkah bagi seorang yang bukan muslim untuk memeluk agama Islam?&#8221; jawabnya, &#8220;Boleh karena agama Islam bukan hanya untuk kaum muslimin, tetapi untuk seluruh manusia. Peluklah agama Islam!&#8221; Kemudian ia mengajarkanku tentang bagaimana cara berwudhu&#8217;, mengucapkan syahadat dan tata cara shalat. Setelah aku selesai me-laksanakan shalat, aku bertanya, &#8220;Apakah sekarang aku sudah menjadi seorang muslim?&#8221; ia menjawab, &#8220;Benar.&#8221;</p>
<p><strong>BELAJAR EMPAT TAHUN</strong></p>
<p>Aku mulai mempelajari agama Islam di sebuah madrasah Islam di kota itu selama kurang lebih empat tahun. Kemudian aku pergi ke Makkah Mukarramah pada tahun 1966 belajar di madrasah Shaulatiyah. Pada akhir tahun 1967 aku berhasil mendapatkan surat izin tinggal untuk pelajar. Pada tahun 1978 aku diterima belajar di Jami&#8217;ah Islamiyah di Madinah al-Munaw-warah hingga tahun 1979 dan mandapat ijazah dari fakultas Dakwah dan Ushuluddin. Lalu aku di kirim melalui Darul Ifta&#8217; –sebelum menjadi departeman- ke wilayah Sabah Malaysia hingga saat ini.</p>
<p>(SUMBER: SERIAL KISAH TELADAN, Muhammad bin Shalih al-Qahthani, seperti yang dinukilnya dari situs <em>Mausu&#8217;ah al-Qishash al-Waqi&#8217;iyah</em>. Penerbit DARUL HAQ)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/303/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/303/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=303&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/06/09/kisah-sang-muallaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/06/hidayah.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">hidayah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hal &#8211; Hal Penting Seputar Tauhid</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/05/292/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/05/292/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 18:07:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=292</guid>
		<description><![CDATA[Hal-Hal Yang Merusak Kemurnian Tauhid Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang berarti telah mempersaksikan diri sebagai hamba Allah semata. Kalaimat laailaaha illallahu dan Muhammadur rasulullah selalu membekas dalam jiwanya dan menggerakkan anggota tubuhnya agar tidak menyembah selainNya. Baginya hanya Allah sebagai Tuhan yang harus ditaati, diikuti ajaranNya, dipatuhi perintahNya dan dijauhi laranganNya. Caranya bagaimana, lihatlah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=292&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><span style="color:#993300;"><span style="font-size:19pt;font-family:Bodacious-Normal;font-style:normal;">Hal-Hal Yang Merusak </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><span style="font-size:19pt;font-family:Bodacious-Normal;font-style:normal;"><span style="color:#993300;">Kemurnian Tauhid</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr" align="center"><span style="font-style:normal;"><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;"><img class="alignright size-full wp-image-294" title="tauhid1" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/04/tauhid1.jpg?w=139&#038;h=91" alt="tauhid1" width="139" height="91" /> Dengan mengucapkan dua kalimat syahadat seseorang berarti telah mempersaksikan diri sebagai hamba Allah semata. Kalaimat </span>laailaaha illallahu<span style="font-style:normal;"> dan </span>Muhammadur rasulullah<span style="font-style:normal;"> selalu membekas dalam jiwanya dan menggerakkan anggota tubuhnya agar tidak menyembah selainNya. Baginya hanya Allah sebagai Tuhan yang harus ditaati, diikuti ajaranNya, dipatuhi perintahNya dan dijauhi laranganNya. Caranya bagaimana, lihatlah pribadi Rasulullah saw. sebab dialah contoh hamba Allah sejati. Dalam pembukaan surat Al Israa&#8217;, Allah telah mendeklarasaikan bahwa Rasulullah saw. adalah hambaNya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha (QS. Al Israa&#8217; 17/1). Begitu juga dalam pembukaan surat Al Kahfi, Allah berfirman: Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al Kitab (Al Qur&#8217;an) dan Dia tidak mengadakan kebengkokan di dalamnya (QS. Al Kahfi 18/1).<span id="more-292"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;"> Ini menunjukkan bahwa agar makna dua kalimat syahadat &#8211; yang intinya adalah tauhid &#8211; benar-benar tercermin dalam jiwa dan perbuatan, tidak ada pilihan bagi seorang hamba kecuali mencontoh pribadi Rasulullah saw. dalam segala sisi kehidupannya, baik dari sisi akidah dan ibadah, maupun sisi-sisi lainnya seperti sikapnya terhadap istri dan pelayannya di rumah, pergaulannya bersama-sahabatnya, akhlaknya dalam melakukan transaksi bisnis dan kepemimpinannya sebagai kepala Negara. Maka untuk menjaga kemurnian tauhid, seperti yang dicontohkan Rasulullah saw. seorang hamba hendaknya menghindar jauh-jauh dari hal-hal yang merusak kemurnian tauhid sebagai cerminan dua kalimat syahadat tersebut, yang setidaknya ada tiga: (a) Syirik ( menyekutukan Allah (b) Ilhad (menyimpang dari kebenaran) (c) Nifak (berwajah dua, menampakkan diri sebagai muslim, sementara hatinya kafir).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;">1. Syirik (meyekutukan Allah)</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>a). Definisi</strong><span style="font-style:normal;">: Syirik adalah lawan kata dari tauhid. Yaitu sikap menyekutukan Allah secara dzat, sifat, perbuatan dan ibadah. Adapun syirik secara dzat adalah dengan meyakini bahwa dzat Allah seperti dzat mahlukNya. Akidah ini dianut oleh kelompok </span>mujassimah<span style="font-style:normal;">. Syirik secara sifat artinya: seseorang meyakini bahwa sifat-sifat mahluk sama dengan sifat-sifat Allah. Dengan kata lain bahwa mahluk mempunyai sifat-sifat seperti sifat-sifat Allah, tidak ada bedanya sama sekali. Syirik secara perbuatan artinya: seseorang meyakini bahwa mahluk mengatur alam semesta dan rizki manusia seperti yang telah diperbuat Allah selama ini. Sedangkan syirik secara ibadah artinya: seseorang menyembah selain Allah dan mengagungkannya seperti mengagungkan Allah serta mencintainya seperti mencintai Allah. Syirik-syirik dalam pengertian tersebut secara eksplisit maupun implisit telah ditolak oleh Islam. karenanya seorang muslim harus benar-benar hat-hati dan menghindar jauh-jauh dari syirik-syirik seperti yang telah diterangkan di atas.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>b) Bentuk-bentuk Syirik</strong><span style="font-style:normal;">: </span><strong>Pertama</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> menyembah patung atau berhala (</span>al ashnaam<span style="font-style:normal;">). Allah swt. dalam surat Al Hajj 22/30 berfirman: &#8220;maka jauhilah olehmu berhala-berhala yang najis itu dan jauhilah perkataan-perkataan dusta&#8221;. Dalam surat Maryam 19/42 diceritakan bahwa Nabi Ibrahim menegur ayahnya karena menyembah patung:  Ingatlah ketika ia berkata kepada bapaknya: &#8220;Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?&#8221;. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Kedua</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> menyembah matahari, dalam surat Al A&#8217;raaf 7/54 Allah menolak orang-orang yang menyebah matahari, bulan dan bintang: &#8220;Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas `Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam&#8221;. Lalu dalam surat Fushshilat 41/37 lebih tegas lagi Allah berfirman: &#8220;Dan sebagian dari tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan janganlah (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah Yang menciptakannya, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Ketiga</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> menyembah malaikat dan jin, dalam surat Al An&#8217;aam 6/100 Allah berfirman: Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin itu sekutu bagi Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan jin-jin itu, dan mereka membohong (dengan mengatakan): &#8220;Bahwasanya Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan&#8221;, tanpa (berdasar) ilmu pengetahuan. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari sifat-sifat yang mereka berikan&#8221;.  Dalam surat Saba&#8217; 34/40-41: &#8220;Dan (ingatlah) hari (yang di waktu itu) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Allah berfirman kepada malaikat: &#8220;Apakah mereka ini dahulu menyembah kamu?&#8221;.Malaikat-malaikat itu menjawab: &#8220;Maha Suci Engkau. Engkaulah pelindung kami, bukan mereka: bahkan mereka telah menyembah jin; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Keempat</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> menyembah para nabi, seperti Nabi Isa as. yang disembah kaum Nasrani dan Uzair yang disembah kaum Yahudi. Keduanya sama-sama dianggap anak Allah.  Allah berfirman: &#8220;Orang-orang Yahudi berkata: &#8220;Uzair itu putera Allah&#8221; dan orang Nasrani berkata: &#8220;Al Masih itu putera Allah&#8221;. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dila`nati Allah-lah mereka; bagaimana mereka sampai berpaling?&#8221; (QS. At Taubah 9/30). Dalam surat Al Maidah 5/72 :   &#8221;Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: &#8220;Sesungguhnya Allah adalah Al Masih putera Maryam&#8221;, padahal Al Masih (sendiri) berkata: &#8220;Hai Bani Israil, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu&#8221; Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Kelima</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> Menyembah Rahib atau Pendeta, Allah berfirman: &#8220;Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan&#8221;. Adi bin Hatim ra. pernah bertanya kepada Rasulullah mengenai hal tersebut, seraya berkata: &#8220;Sebenarnya mereka tidak menyembah Pendeta atau Rahib mereka?&#8221; Rasululah saw. menjawab: Benar, tetapi para rahib atau pendeta itu telah mengharamkan yang halal dan menghalalkan yang haram, sementara mereka mengikutinya. Bukankah itu tindak penyembahan terhadap mereka? </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Keenam</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> menyembah Thaghuut. Istilah </span>thaghuut<span style="font-style:normal;"> diambil dari kata </span>thughyaan<span style="font-style:normal;"> artinya melampawi batas. Maksudnya: segala sesuatu yang disembah selain Allah. Setiap seruan para rasul intinya adalah mengajak kepada tauhid dan menjauhi thaghuut. Allah berfirman:  &#8221;Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): &#8220;Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu&#8221;, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)&#8221; (QS. An Nahl 16/36). Dan tauhid yang murni tidak akan bisa dicapai tanpa menghindar dari menyembah thaghuut, Allah berifrman: Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui (QS. Al Baqaqarah 2/256). Allah bangga dengan orang-orang beriman yang menjauhi thaghuut: &#8220;Dan orang-orang yang menjauhi thaghut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, bagi mereka berita gembira; sebab itu sampaikanlah berita itu kepada hamba-hamba-Ku: (QS. Az Zumar 39/17). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Ketujuh</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> menyembah hawa nafsu. Hawa nafsu adalah kecendrungan untuk melakukan keburukan. Seseorang yang menuhankan hawa nafsu ia mengutamakan keinginan nafsunya di atas cintanya kepada Allah. Dengan demikian ia telah mentaati hawa nafsunya dan menyembahnya. Allah berfirman:  Terangkanlah kepadaku tentang orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya. Maka apakah kamu dapat menjadi pemelihara atasnya? (QS. Al Furqaan 25/43). Dalam surat Al Jatsiyah 45/23:  &#8221;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>c) Macam-macam Syirik</strong><span style="font-style:normal;">: Ada dua macam syirik: (a) Syirik besar (b) syirik kecil. Masing-masing dari kedua macam ini mempunyai dua dimesi: hzahir (nampak) dan khafiy (tersembunyi). Marilah kita bahas satu-satu persatu dari kedua macam syrik tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Pertama</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> Syirik besar (</span>Asy Syirkul Akbar<span style="font-style:normal;">), yaitu tindakan menyekutukan Allah dengan mahlukNya. Dikatakan syirik besar karena dengannya seseorang tidak akan diampuni dosanya dan tidak akan masuk surga. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya&#8221; (QS. An Nisaa&#8217; 4/116). Ilustarsi syirik besar ini dibagi dua dimensi: dzahir dan kafiy. Yang dzahir bisa dicontohkan seperti menyembah bintang, matahari, bulan, patung-patung, batu-batu, pohon-pohon besar, manusia (seperti menyembah Fir&#8217;un, raja-raja, Budha, Isa ibn Maryam, malaikat, Jin dan Syetan. Sementara yang kahfiy bisa dicontohkan seperti meminta kepada orang-orang yang sudah mati dengan keyakinan bahwa mereka bisa memenuhi apa yang mereka yakini, atau menjadikan seseorang sebagai pembuat hukum, menghalalkan dan mengharamkan seperti Allah swt. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Kedua</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> syirik kecil (</span>Asyirkul Ashghar<span style="font-style:normal;">), yaitu suatu tindakan yang mengarah kepada syirik, tetapi belum sampai ketingkat keluar dari tauhid, hanya saja mengurangi kemurniannya. Syirik Ashghar ini juga dua dimensi: dzahir dan khafiy. Yang zhahir bisa berupa lafal (pernyataan) dan perbuatan. (a) Yang berupa lafal contohnya: bersumpah dengan nama selain Allah dan mengarah ke syirik, seperti pernyataan: demi Nabi, demi Ka&#8217;bah, demi Kekek dan Nenek dan lain sebagainya. Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: </span>man halafa bighirillahi faqad kafara wa asyraka <span style="font-style:normal;">(siapa yang bersumlah dengan selain maka ia kafir dan musyrik) (HR. Turmidzi no 1535). Termasuk lafal yang mengarah ke syirik pernyataan: kalau tidak karena Allah dan si fulan niscaya ini tidak akan terjadi, atau memberikan nama seperti abdul ka&#8217;bah dan lain sebagainya. (b) Adapun yang berupa perbuatan contohnya: mengalungkan jimat dengan keyakinan bahwa itu bisa menyelamatkan dari mara bahaya dan sebagainya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;">Adapun syirik Ashghar yang khafiy, biasanya berupa niat atau keinginan, seperti riya&#8217; dan sum&#8217;ah. Yaitu melakukan tindak ketaatan kepada Allah dengan niat ingin dipuji orang dan lain sebagainya. Seperti menegakkan shalat dengan nampak khusyu&#8217; karena sedang disamping calon mertuanya, supaya dipuji sebagai orang saleh, padahal di saat shalat sendirian tidak demikian. Riya&#8217; adalah termasuk dosa hati yang sangat berbahaya. Sebab Islam sangat memperhatikan perbuatan hati sebagai faktor yang menentukan bagi baik tidaknya perbuatan dzahir. Allah befirman: &#8220;Hai orang-orang beriman, janganlah kamu menghilangkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan si penerima), seperti orang yang menafkahkan hartanya karena riya kepada manusia dan dia tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian. Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah). Mereka tidak menguasai sesuatupun dari apa yang mereka usahakan; dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir&#8221; (QS. Al Baqarah 2/264). Dalam sebuah hadits Rasulullah saw. bersabda: </span>man samma&#8217;a sammallahu bihii, waman yraa&#8217;ii yraaillahu bihii<span style="font-style:normal;"> (Siapa yang menampakkan amalnya dengan maksud riya&#8217; Allah akan menyingkapnya di hari Kiamat, dan siapa yang menunjukkan amal shalehnya dengan maksud ingin dipuji orang, Allah mengeluarkan rahasia tersebut di hari Kiamat (HR. Bukhari 11/288 dan Muslim no. 2987). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>d) Bahaya-bahaya Syirik</strong><span style="font-style:normal;">: </span><strong>Pertama</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> Syirik adalah kedzaliman yang nyata. Allah berfirman: </span>innasy syirka ladzlumun adziim<span style="font-style:normal;"> (sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar) (QS. Luqman 31/13). Mengapa sebab dengan berbuat syirik seseorang telah menjadikan dirinya sebagai hamba makhluk yang sama dengan dirinya, tidak berdaya apa-apa. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Kedua</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> Syirik merupakan sumber khurafat, sebab orang-orang yang meyakini bahwa selain Allah seperti bintang, matahari, kayu besar dan lain sebagainya bisa memberikan manfaat atau bahaya, berarti ia telah siap melakukan segala khurafat dengan mendatangi para dukun, kuburan-kubutan angker dan mengalungkan jimat di lehernya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Ketiga</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> Syrik sumber ketakutan dan kesengsaraan, Allah berfirman: &#8220;Akan Kami masukkan ke dalam hati orang-orang kafir rasa takut, disebabkan mereka mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah sendiri tidak menurunkan keterangan tentang itu. Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruk tempat tinggal orang-orang yang zalim&#8221; (QS. Ali Imran 3/151)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Keempat</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> Syirik merendahkan derajat kemanusiaan, Allah berfirman:  &#8220;Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh&#8221; (QS. Al Hajj 22/31). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Kelima</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> syirik menghancurkan kecerdasan manusia, Allah berfirman:  &#8221;Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfa`atan, dan mereka berkata: &#8220;Mereka itu adalah pemberi syafa`at kepada kami di sisi Allah&#8221;. Katakanlah: &#8220;Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) di bumi?&#8221; Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu)&#8221; (QS. Yunus 10/18). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Keenam</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> di akhirat nanti orang-orang musyrik tidak akan mendapatkan mapunan Allah, dan akan masuk neraka selama-lamanya. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya&#8221; (QS. An Nisaa&#8217; 4/116) Dalam surat Al Maidah 5/72: &#8220;Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun&#8221;.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>e) Sebab-sebab Syirik</strong><span style="font-style:normal;">: Ada beberapa sebab fundamental munculnya syirik: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-style:normal;">(a) </span>Al Jahlu</strong><strong><span style="font-style:normal;"> (kebodohan).</span></strong><span style="font-style:normal;"> Karenanya masyarakat sebelum datangnya Islam disebut dengan msyarakat jahiliyah. Sebab mereka tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. Dalam kondisi yang penuh dengan kebodohan itu, orang-orang cendrung berbuat syirik. Karenanya semakin </span>jahiliyah<span style="font-style:normal;"> suatu kaum, bisa dipastikan kecendrungan berbuat syirik semakin kuat. Dan biasanya di tengah masyarakat jahiliyah para dukun selalu menjadi rujukan utama. Mengapa, sebab mereka bodoh, dan dengan kobodohannya mereka tidak tahu bagaimana seharusnya mengatasi berbagai peroslan yang mereka hadapi. Ujung-ujungnya para dukun sebagai nara sumber yang sangat mereka agungkan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-style:normal;">(b) </span>dhu&#8217;ful iimaan</strong><span style="font-style:normal;"> <strong>(lemahnya iman).</strong> Seorang yang lemah imannya cendrung berbuat maksiat. Sebab rasa takut kepada Allah tidak kuat. Lemahnya rasa takut akan dimanfaatkan oleh hawa nafsu untuk menguasai dirinya. Ketika seseorang dibimbing oleh hawa nafsunya maka tidak mustahil ia akan jatuh ke dalam perbuatan-perbuatan syririk, seperti memohon kepada pohonan besar karena ingin segera kaya, datang ke kuburan para wali untuk minta pertolongan agar ia dilih jadi presiden atau selalu merujuk kepada para dukun untuk suapaya penampilannya tetap memikat hati banyak orang dan lain sebagainya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-style:normal;">(c) </span>taqliid</strong><strong><span style="font-style:normal;"> (taklid buta).</span></strong><span style="font-style:normal;"> Di dalam Al Qur&#8217;an selalu digambarkan orang-orang yang menyekutukan Allah dengan alasan karena mengukiti jejak nenekmoyang mereka. Allah berfirman:  &#8220;Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata: &#8220;Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya. Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.&#8221; Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?&#8221; (QS. Al A;raf 7/28). Dalam surat Al Baqarah 2/170: &#8220;Dan apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,&#8221; mereka menjawab: &#8220;(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami&#8221;. &#8220;(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk?&#8221; Dalam surat Al maidah 5/104: &#8220;Apabila dikatakan kepada mereka: &#8220;Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul&#8221;. Mereka menjawab: &#8220;Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya&#8221;. Dan apakah mereka akan mengikuti juga nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;">2. Al Ilhaad (Menyimpang Dari Kebenaran)</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Penggunaan istilah al ilhaad dalam Al Qur&#8217;an</strong><span style="font-style:normal;">: Al Qur&#8217;an menggunakan istilah </span>ilhaad<span style="font-style:normal;"> di banyak tempat, kadang berbentuk kosa kata </span>yulhiduun<span style="font-style:normal;"> sebagaimana berikut: Dalam surat Al A&#8217;raf : </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">وَلِلَّهِ الْأَسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</span><span style="font-style:normal;">Hanya milik Allah asma-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Dalam surat An Nahl 16/103: </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُ بَشَرٌ لِسَانُ الَّذِي يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِيٌّ وَهَذَا لِسَانٌ عَرَبِيٌّ مُبِينٌ</span><span style="font-style:normal;">Dan sesungguhnya Kami mengetahui bahwa mereka berkata: &#8220;Sesungguhnya Al Qur&#8217;an itu diajarkan oleh seorang manusia kepadanya (Muhammad)&#8221;. Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (bahwa) Muhammad belajar kepadanya bahasa `Ajam, sedang Al Qur&#8217;an adalah dalam bahasa Arab yang terang. Dalam surat Fushshilat 41/40: </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">إِنَّ الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي ءَايَاتِنَا لَا يَخْفَوْنَ عَلَيْنَا أَفَمَنْ يُلْقَى فِي النَّارِ خَيْرٌ أَمْ مَنْ يَأْتِي ءَامِنًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ اعْمَلُوا مَا شِئْتُمْ إِنَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ</span><span style="font-style:normal;">Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Kami, mereka tidak tersembunyi dari Kami. Maka apakah orang-orang yang dilemparkan ke dalam neraka lebih baik ataukah orang-orang yang datang dengan aman sentosa pada hari kiamat? Perbuatlah apa yang kamu kehendaki; sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;"> Kadang berbentuk kosa kata </span>ilhaad<span style="font-style:normal;">, Allah berfirman: </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ الَّذِي جَعَلْنَاهُ لِلنَّاسِ سَوَاءً الْعَاكِفُ فِيهِ وَالْبَادِ وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ</span><span style="font-style:normal;">Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan menghalangi manusia dari jalan Allah dan Masjidilharam yang telah Kami jadikan untuk semua manusia, baik yang bermukim di situ maupun di padang pasir dan siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih (QS. Al Hajj 22/25) Dan kadang berbentuk kosa kata </span>multahadaa<span style="font-style:normal;"> Allah berfirman: </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">وَاتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ كِتَابِ رَبِّكَ لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ وَلَنْ تَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا</span><span style="font-style:normal;">Dan bacakanlah apa yang diwahyukan kepadamu, yaitu kitab Tuhan-mu (Al Qur&#8217;an). Tidak ada (seorangpun) yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya. Dan kamu tidak akan dapat menemukan tempat berlindung selain daripada-Nya (QS. Al Kahfi 18/27)</span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">قُلْ إِنِّي لَنْ يُجِيرَنِي مِنَ اللَّهِ أَحَدٌ وَلَنْ أَجِدَ مِنْ دُونِهِ مُلْتَحَدًا</span><span style="font-style:normal;">Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya aku sekali-kali tiada seorangpun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan sekali-kali tiada akan memperoleh tempat berlindung selain daripada-Nya&#8221; QS. Al Jin 72/22).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Arti al ilhaad menurut para ulama</strong><span style="font-style:normal;">: Al farra&#8217; mengatakan bahwa kata </span>yulhiduun<span style="font-style:normal;"> atau </span>yalhaduun<span style="font-style:normal;"> artinya condong kepadanya. Imam Al Harrani dari Ibn Sikkit mengatakan: </span>al mulhid<span style="font-style:normal;"> artinya orang yang menyimpang dari kebenaran, dan memasukkan sesuatu yang lain kepadanya. Dalam Lisanul Arab dikatakan: </span>al ilhaad<span style="font-style:normal;"> artinya menyimpang dari maksud yang sebenarnya. Meragukan Allah juga termasuk ilhaad. Dikatakan juga bahwa setiap tindak kedzaliman dalam bahasa Arab disebut ilhaad. Karenanya dalam sebuah riwayat dikatakan bahwa monopoli makanan di tanah haram itu termasul ilhad. Ketika dikatakan </span>laa tulhid fil hayaati<span style="font-style:normal;"> itu artinya jangan kau menyimpang dari kebenaran selama hidupmu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;">Imam Ashfahani dalam bukunya mufradaat alfadhil Qur&#8217;an mengatakan bahwa kata al ilhaad artinya menyimpang dari kebenaran. Dalam hal ini –kata Al Ashfahani- ada dua makna: Pertama, ilhad yang identik dengan syirik, bila ini dilakukan maka otomatis seseorang menjadi kafir. Kedua, ilhad yang mendekati syirik, ini tidak membuat seseorang menjadi kafir, tetapi setidaknya telah mengurangi kemurnian tauhidnya. Termasuk sikap ini apa yang diganbarkan dalam firman Allah: </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">وَمَنْ يُرِدْ فِيهِ بِإِلْحَادٍ بِظُلْمٍ نُذِقْهُ مِنْ عَذَابٍ أَلِيمٍ</span><span style="font-style:normal;">siapa yang bermaksud di dalamnya melakukan kejahatan secara zalim, niscaya akan Kami rasakan kepadanya sebahagian siksa yang pedih (QS. Al Hajj 22/25)</span><span style="font-style:normal;">. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;">Dalam menafsirkan ayat </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ</span><span style="font-style:normal;">(dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya), Imam Al Ashfahani menyebutkan bahwa ada dua macam dalam ilhaad kepada nama-nama Allah: (a) mensifati Allah dengan sifat-sifat yang tidak pantas disebut sebagai sifat Allah (b) menafisirkan nama-nama Allah dengan makna yang tidak sesuai dengan keagunganNya (Lihat Mufradat Alfaadzul Qur&#8217;an h.737).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Hakikat Ilhad</strong><span style="font-style:normal;">: bersarakan keterangan di atas baik ditinjau dari segi bahasa maupun definisi yang disampaikan para ulama nampak bahwa istilah </span>ilhad<span style="font-style:normal;"> digunakan untuk segala tindakan yang menyimpang dari kebenaran. Jadi setiap penyimpangan dari kebenaran disebut ilhad. Tetapi secara definitif ia lebih khusus digunakan untuk sikap yang menafikan sifat-sifat, nama-nama dan perbuatan Allah. Dengan kata lain para </span>mulhidun<span style="font-style:normal;"> adalah mereka yang tidak percaya adanya sifat-sifat, nama-nama dan perbuatan Allah. Berbeda dengan kafir yang di dalamnya bisa berupa pengingkaran kepada Allah, menyekutukanNya dan pengingkaran terhadap nikmat-nikmatNya. Sementara ilhad lebih kepada pengingkaran sifat-sifat, nama-nama dan perbuatan Allah saja. Dari sini nampak bahwa tidak setiap kafir ilhad. Karenanya –seperti dikatakan dalam buku </span>Al Furuuq Al Lughawiyah<span style="font-style:normal;">- orang-orang Yahudi dan Nasrani sekalipun mereka tergolong kafir, tetapi mereka tidak termasuk </span>mulhiduun<span style="font-style:normal;">. Tetapi setiap tindakan ilhad itu termasuk kafir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Bahaya-bahaya ilhaad</strong><span style="font-style:normal;">: </span><strong>Pertama</strong><strong><span style="font-style:normal;">,</span></strong><span style="font-style:normal;"> bahwa para ulama sepakat bahwa tauhid mempunyai tiga dimensi: (a) tauhid uluhiyah, (b) tauhid rububiyyah (c) tauhid asma&#8217; dan sifat. Karena </span>ilhad<span style="font-style:normal;"> adalah tindakan menafikan sifa-sifat, nama-nama dan perbuatan Allah maka dengan melakukan ilhad seseorang telah menghapus satu dimensi dari dimensi tauhid yang sudah baku. Para ulama sepakat bahawa mengingkari salah satu dari dimensi-dimensi tauhid adalah kafir. Karena itu orang-orang mulhid tergolong orang kafir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Kedua,</strong><span style="font-style:normal;"> bahwa dengan menafikan sifat-sfat dan nama-nama Allah berarti ia telah mengingkari ayat-ayat Al Qur&#8217;an yang menegaskan adanya nama-nama dan sifat-sifat Allah. Para ulama sepakat bahwa mengingkari satu ayat dari ayat-ayat Al Qur&#8217;an adalah kafir.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Ketiga,</strong><span style="font-style:normal;"> bahwa mengingkari perbuatan Allah berarti mengingkari segala wujud di alam ini sebagai ciptaanNya. Bila ini yang diyakini berarti telah mengingkari kekuasaan Allah sebagai Pencipta. Mengingkari kekuasaan Allah adalah kafir. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;">3. An Nifaaq (Wajahnya Islam, Hatinya Kafir)</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;"> Imam Al Ashfahani menerangkan bahwa </span>an nifaaq<span style="font-style:normal;"> diambil dari kata </span>an nafaq<span style="font-style:normal;"> artinya jalan tembus. Dalam surat Al An&#8217;aam dikatakan: </span><span style="font-family:&quot;font-style:normal;" lang="AR-SA" dir="rtl">وَإِنْ كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ اسْتَطَعْتَ أَنْ تَبْتَغِيَ نَفَقًا فِي الْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِي السَّمَاءِ فَتَأْتِيَهُمْ بِآيَةٍ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى الْهُدَى فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ الْجَاهِلِينَ</span><span style="font-style:normal;">Dan jika perpalingan mereka (darimu) terasa amat berat bagimu, maka jika kamu dapat membuat lobang di bumi atau tangga ke langit lalu kamu dapat mendatangkan mu`jizat kepada mereka, (maka buatlah). Kalau Allah menghendaki tentu saja Allah menjadikan mereka semua dalam petunjuk, sebab itu janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang jahil (QS. Al An&#8217;aam 6/35). Orang Arab berkata: </span>naafaqal yarbu&#8217;<span style="font-style:normal;"> binatang yarbu&#8217; telah melakukan nifak, karena ia masuk ke satu lubang lalu kelar dari lubang yang lain. Dalam pengertian ini kata </span>an nifaaq<span style="font-style:normal;"> digunakan. Sebab orang-orang munafik ketika bertemu dengan orang-orang Islam mereka suka menampakkan dirinya sebagai seorang muslim, sementara ketika bertemu dengan kawan-kawan mereka sesama kafir, mereka kembali lagi ke wajah mereka yang asli, sebagai orang-orang kafir. Karenanya Allah berfirman:  “Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik” (QS. At Taubah 9/67). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong>Ciri-ciri orang munafiq</strong><span style="font-style:normal;">: Di pembukaan surat Al Baqarah setelah menceritakan ciri-ciri orang-orang beriman dan ciri-ciri orang-orang kafir, Allah lalu menceritakan ciri-ciri orang-orang munafiq secara panjang lebar. Ringkasnya sebagai berikut: (a) Di mulut mereka mengatakan beriman kepada Allah dan hari Kiamat, sementara hati mereka kafir (lihat QS. Al Baqarah 2/8-10) (b) Ketika dikatakan kepada mereka agar jangan berbuat kerusakan, mereka mengaku berbuat baik(lihat QS. Al Baqarah 2/11-12). (c) Ketika bertemu dengan orang-orang beriman mereka menampakan keimanan, tetapi ketika kembali ke kawan-kawan mereka sesama syetan mereka kembali kafir. (d) Ibarat orang berbisnis mereka sedang membeli kekafiran dengan keimanan. Sebab setiap saat wajah mereka berganti-ganti tergantung dengan siapa mereka pada saat itu sedang bersam-sama. (e) Ibarat pejalan dalam kegelapan, setiap kali mereka menyalakan obor, seketika obor itu padam kembali. (d) Ibarat orang-orang yang ketakutan mendengarkan petir saat hujan turun, mereka selalu menutup telinga karena takut kebenaran yang disampaikan Rasulullah saw. Masuk ke hati mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><strong><span style="font-size:14pt;">Penutup</span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-style:normal;"> Demikianlah hal-hal yang merusak kemurnian tauhid (baca: menghancurkan makna dua kalimat syahadat), yang secara singkat setidaknya ada tiga: Syirik, ilhaad dan nifaq. Masing-masing dari komponen tersebut mempunyai tujuan sendiri, hanya saja syirik lebih mengarah kepada sikap menyekutukan Allah, sementara ilhad lebih mengarah kepada sikap menafikan sifat, asma dan perbuatan Allah. Adapun nifaq lebih mengarah kepada penampilan dengan wajah dua. Tetapi ujung-ujungnya adalah kekafiran. </span>Wallahu a’lam bishshawab.</p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr"><span style="font-size:13pt;font-style:normal;">DR. Amir Faishol Fath</span><strong><span style="font-size:13pt;font-style:normal;"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="direction:ltr;unicode-bidi:embed;text-align:justify;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:left;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:36pt;direction:ltr;unicode-bidi:embed;" dir="ltr">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/292/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/292/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=292&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/05/292/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/04/tauhid1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">tauhid1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kisah Da&#8217;i Unik</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/01/286/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/01/286/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 18:10:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=286</guid>
		<description><![CDATA[Da’i Sabun Mandi Dai sabun mandi. Begitulah julukan yang dilekatkan pada Ustadz Fadzlan Garamatan, dai asal Fakfak, Papua. Pasalnya, saat berdakwah di kalangan suku-suku di Papua yang belum beragama, ia selalu membawa sabun mandi. Kita memulai pengajaran Islam dari bab thaharah dulu, tentang kebersihan dan hakikatnya,” ujar Fadzlan. Itulah sebabnya ia selalu membawa ratusan kardus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=286&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><!--[if gte mso 9]&gt;  Normal 0   false false false        MicrosoftInternetExplorer4  &lt;![endif]--><!--[if gte mso 9]&gt;   &lt;![endif]--><!--[endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"CG Omega"; 	panose-1:2 11 5 2 5 5 8 2 3 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:7 0 0 0 147 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-parent:""; 	margin:0cm; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman";} @page Section1 	{size:728.6pt 515.95pt; 	mso-page-orientation:landscape; 	margin:89.85pt 72.0pt 89.85pt 72.0pt; 	mso-header-margin:35.45pt; 	mso-footer-margin:35.45pt; 	mso-paper-source:7 0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]&gt; &lt;!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; 	mso-para-margin:0cm; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:19pt;font-family:&quot;" lang="NO-BOK">Da’i Sabun Mandi</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><strong><span style="font-size:19pt;font-family:&quot;" lang="NO-BOK"><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="NO-BOK"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-287" title="dai" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/04/dai.jpg?w=96&#038;h=96" alt="dai" width="96" height="96" />Dai sabun mandi. Begitulah julukan yang dilekatkan pada Ustadz Fadzlan Garamatan, dai asal Fakfak, Papua. </span>Pasalnya, saat berdakwah di kalangan suku-suku di Papua yang belum beragama, ia selalu membawa sabun mandi.<span id="more-286"></span></p>
<p>Kita memulai pengajaran Islam dari bab thaharah dulu, tentang kebersihan dan hakikatnya,” ujar Fadzlan. Itulah sebabnya ia selalu membawa ratusan kardus sabun mandi saat berdakwah ke pedalaman Papua dan membagikannya secara gratis.</p>
<p>Kepada masyarakat pedalaman Papua yang mentradisikan mandi dengan lemak babi, ia menjelaskan mengapa kebersihan penting dalam Islam. Sabun adalah alat yang bisa membantu badan menjadi bersih, bukan lemak babi. Benda tang semula asing bagi mereka lambat laun menggeser lemak babi sebagai pelengkap mandi. ”Bagi mereka mandi dengan air, lalu pakai sabun, dan dibilas lagi dengan air sangat nyaman dan wangi,” jelasnya.</p>
<p>Fadzlan memulai dakwahnya di Wamena dan kalangan suku Asmat. Idenya tentang membersihkan tubuh diapreasiasi dengan luar biasa oleh masyarakat setempat. “Bahkan, ada seorang kepala suku yang merasakan segarnya mandi dengan sabun wangi enggan untuk membilas tubuhnya,” ujarnya mengenang. Sang kepala suku akhirnya mengajak sekitar 500-an warganya untuk memeluk Islam.</p>
<p>Dakwah seperti ini yang dia kembangkan di Papua; pergi ke pedalamanan, mengajarkan kebersihan, dialog dengan bahasa yang mereka pahami, dan membuka informasi tentang Islam. Ia menularkan metode dakwahnya kepada sekitar 492 aktivis dakwah di Papua yang tergabung dalam Al Fatih Kaffah Nusantara, organisasi yang didirikannya. Dengan dakwah yang sudah dijalankannya selama 19 tahun ini, banyak orang yang masuk Islam di sana. Tercatat 45 persen warga asli memeluk agama Islam. Jika ditambah dengan para pendatang, maka kini pemeluk Islam di pulau paling timur Indonesia itu sebanyak 65 persen dari seluruh populasi.</p>
<p>Selama menggarap dakwah di Papua, banyak suka duka dialami para dai AFKN. Misalnya saja, mereka pernah diusir dari suatu kampung karena dituduh merusak adat. Namun pendekatan yang mereka lakukan kemudian umumnya membuahkan hasil. Biasanya, bila dakwah sudah diterima di kampung itu, warga berbondong-bondong menyatakan keislamannya. Pengalaman paling berkesan adalah saat rombongan dai AFKN mengislamkan warga satu kampung di Teluk Wondama, Papua Barat. Usai shalat Jumat, setelah menyucikan tubuh bersama-sama, prosesi pengislaman dilakukan dengan pembacaan syahadat bersama. “Saat itu cuaca yang tadinya terik berubah menjadi teduh, alam menjadi sunyi, seperti kesenyapan malam,” ujar Fadzlan, yang mengaku tak henti bertasbih bila mengingat kejadian itu.</p>
<p>Memberdayakan masyarakat<br />
Selain berdakwah, AFKN juga merambah sektor lain; peningkatan pendidikan dan pemberdayaan ekonomi umat. Tekad Fadzlan dan para dai AFKN untuk meningkatkan mutu pendidikan diwujudkan dengan mengirimkan lulusan sekolah dasar untuk menuntut ilmu di Pulau Jawa dengan beasiswa penuh. “Tahun lalu kita mengirimkan 120 anak untuk menuntut ilmu di berbagai pondok pesantren di Jawa,” ujarnya.</p>
<p>Sampai saat ini, sudah lebih dari 1.500 anak yang dibantu pendidikannya oleh AFKN. “Mereka dibiayai sampai 13 tahun masa pendidikan,” tambah Fadzlan. Saat kembali ke Papua, mereka telah meraih gelar sarjana dan siap untuk mengabdi pada masyarakat dan umat.</p>
<p>Dakwahnya tidak berhenti, namun berlanjut dengan program pemberdayaan ekonomi. Bekerja sama dengan Baitul Maal Mu’amalat (BMM), kaum Muslim Papua diajak membuat produk seperti buah merah, ikan asin, dan manisan pala bermerek BMM AFKN. Pasarannya sudah masuk ke berbagai supermarket di Jakarta, bahkan juga diekspor ke India.</p>
<p>Kini AFKN sudah memiliki perwakilan hampir di semua kabupaten di tiga provinsi di Papua. Dakwah mereka selain menyebarkan Islam juga memantapkan akidah para mualaf dan kaum Muslimin di Papua.</p>
<p>Salah satu program yang tengah digenjot adalah program satu Alquran untuk satu keluarga. Program besarnya selaras dengan program Pemda Fakfak, yaitu 5 M dan 1 A yakni: Memiliki- Membaca- Mempelajari- Memahami- Menghayati dan Amalkan kitab suci. “Kami masih mengharapkan bantuan kitab suci Alquran dalam jumlah banyak,” ujarnya. Anda berminat membantu?</p>
<p><em>sumber : Republika</em></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/286/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/286/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=286&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/01/286/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/04/dai.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">dai</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Iman</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/01/fenomena-iman/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/01/fenomena-iman/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Apr 2009 17:56:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Fluktuasi Iman Iman, ya, kata yang satu ini menjadi suatu hal yang sangat mahal dan kadang – kadang susah untuk dicari, kecuali oleh orang – orang yang bersungguh – sungguh dalam berislam. Kenapa bisa demikian?, karena kita tahu pada zaman yang sedang kita jalani ini sudah banyak kezhaliman, kemaksiatan dan kesyirikan, bahkan itu semua terkadang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=281&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:18pt;font-family:&quot;">Fluktuasi Iman</span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-family:&quot;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;"><span style="font-family:&quot;"><img class="aligncenter size-thumbnail wp-image-282" title="naik-turun" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/04/naik-turun.jpg?w=145&#038;h=108" alt="naik-turun" width="145" height="108" /><br />
</span></p>
<p class="MsoNormal">Iman, ya, kata yang satu ini menjadi suatu hal yang sangat mahal dan kadang – kadang susah untuk dicari, kecuali oleh orang – orang yang bersungguh – sungguh dalam berislam. Kenapa bisa demikian?, <span id="more-281"></span>karena kita tahu pada zaman yang sedang kita jalani ini sudah banyak kezhaliman, kemaksiatan dan kesyirikan, bahkan itu semua terkadang dilakukan secara terang – terangan!. Bagaimana tidak, hampir setiap hari kita mendengar berita ada ayah atau ibu yang menyiksa atau membunuh anaknya karena berbagai macam alasan, ada yang beralasan karena anaknya tidak bisa diatur, lalu ada juga yang beralasan karena masalah ekonomi, bahkan ada juga yang berdalih anaknya itu membawa sial serta kezhaliman – kezhaliman lainnya. Kemudian berbagai macam kemaksiatan dan kesyirikan juga merajalela di setiap sudut kehidupan kita dan siap menerkam siapa saja yang sedikit ilmunya dan lengah imannya. Parahnya lagi, berbagai macam kemaksiatan dan kesyirikan secara terang – terangan diiklankan di televisi, koran – koran, pamplet atau spanduk dll. Bayangkan, dosa bukan lagi suatu hal yang ditakuti tetapi sudah menjadi kebanggaan dan hobi!. Sekali lagi, iman yang menjadi tolak ukurnya. Jangankan mereka yang tidak memelihara imannya, terkadang orang – orang yang senantiasa menjaga imannya saja bisa terjerumus ke dalam lubang – lubang dosa baik disadari maupun tidak. Bagaimana halnya dengan orang – orang yang tidak peduli dengan iman dan islamnya?!, pasti akan lebih terjerumus lebih dalam lagi.</p>
<p class="MsoNormal"><span> </span></p>
<p class="MsoNormal">Akhi wa Ukhti fillah, ketahuilah bahwa iman yang ada dalam hati seorang Muslim tidak tetap dalam satu keadaan, iman se<span lang="SV">lalu mengalami perubahan. </span>Terkadang naik, terkadang turun. Fluktuasi (naik turun) iman ini sudah disebutkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dalam sabdanya, &#8221;Iman itu kadang naik kadang turun, maka perbaharuilah iman kalian dengan la ilaha illallah.&#8221; (HR. Ibn Hibban)</p>
<p>Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam tidak mengingkari keadaan iman yang demikian, oleh karena itu beliau mendorong dan memberi arahan kepada umatnya untuk selalu memperbaharui dan menjaga kondisi iman supaya jangan sampai turun drastis, yang pada akhirnya akan mengantarkan ke dalam jurang kehinaan. Karena dengan kondisi seperti itu akan mudah mengantarkan seseorang untuk berbuat dosa.</p>
<p>Nasihat dan petunjuk Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam itu betul-betul diperhatikan oleh para sahabatnya, karena mereka pun mengakui dan mengalami fluktuasi keimanan. Dalam hal ini Umar bin Khathab berkata kepada sahabat yang lain: &#8221;Marilah kita perbaharui keimanan kita.&#8221;</p>
<p>Mu&#8217;adz bin Jabal berkata, &#8221;Marilah duduk bersama kami, untuk beriman sesaat.&#8221; Perkataan Mu&#8217;adz ini bukan menunjukkan bahwa mereka tidak beriman sama sekali, tapi dia mengajak untuk meningkatkan keimanan setelah disibukkan oleh berbagai urusan dunia yang kadang menyebabkan kita lupa pada kondisi iman kita.</p>
<p>Sebenarnya banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menambah keimanan, di antaranya dengan menuntut ilmu, karena dengan ilmu itu akan mengantarkan orang untuk tahu akan Tuhannya. Allah berfirman: &#8221;Sesungguhnya Allah mahateliti terhadap apa yang kamu kerjakan.&#8221; (QS Annur [24]: 53).</p>
<p>Cara lain adalah dengan membaca, menelaah, mentadaburi Alquran. Sebagaimana firmanNya, &#8221;Katakanlah: Tuhanku menyuruhku untuk berlaku adil. Hadapkanlah wajahmu (kepada Allah) dan sembahlah dengan mengikhlaskan ibadah semata-mata kepada-Nya.&#8221; (QS Al A&#8217;raf [7]: 29).</p>
<p>Sebaliknya, di antara hal-hal yang menyebabkan keimanan seseorang menurun adalah perbuatan maksiat. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda, &#8221;Sesungguhnya jika seorang Muslim berbuat dosa, maka terjadilah di hatinya satu bintik hitam. <span lang="SV">Jika ia bertaubat dan meninggalkan perbuatan itu maka bersihlah kembali hatinya. Jika tidak bertobat dan terus dosanya itu, maka bertambah banyaklah bintik hitam itu sehingga tertutup hatinya. Itulah ron (warna hitam) yang disebut dalam Alquran.</span></p>
<p>Oleh karena itu, marilah kita menjaga keimanan kita dan senantiasa meningkatkannya, apalagi di zaman sekarang ini, di mana kemaksiatan semakin merajalela di tengah kita, yang apabila tidak waspada, bisa terperosok ke dalamnya.</p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI">Semoga Allah Ta’ala senantiasa menjaga iman kita semua. Amiin.</span></p>
<p class="MsoNormal"><span lang="FI"> </span></p>
<p class="MsoNormal"><em>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab.</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/281/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/281/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=281&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/04/01/fenomena-iman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/04/naik-turun.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">naik-turun</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Seuntai Mutiara Nasihat</title>
		<link>http://soejieman.wordpress.com/2009/03/20/seuntai-mutiara-nasihat/</link>
		<comments>http://soejieman.wordpress.com/2009/03/20/seuntai-mutiara-nasihat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 Mar 2009 16:52:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sujieman manshuro</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tausiyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://soejieman.wordpress.com/?p=272</guid>
		<description><![CDATA[SEUNTAI NASIHAT TUK SAUDARIKU Saudariku,… Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman tangan-Nya, Sungguh..!!! janganlah kau lipat risalah ini dan jangan pula langsung kau simpan, terlebih lagi kau buang, sebelum kau baca dengan perlahan-lahan dan kau resapi kandungannya… sungguh demi Allah wahai saudariku, tiada maksud dan tiada keinginan dariku kecuali kebaikan bagimu dan engkau diridhai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=272&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:19pt;font-family:Candara;color:navy;">SEUNTAI NASIHAT TUK SAUDARIKU</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center"><strong><span style="font-size:19pt;font-family:Candara;color:navy;"><br />
</span></strong></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><span style="font-size:19pt;font-family:Candara;color:navy;"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-273" title="bunga2" src="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/03/bunga2.jpg?w=127&#038;h=107" alt="bunga2" width="127" height="107" /></span></strong>Saudariku,…</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;">Demi Dzat yang jiwaku berada di genggaman tangan-Nya, Sungguh..!!! janganlah kau lipat risalah ini dan jangan pula langsung kau simpan, terlebih lagi kau buang, sebelum kau baca dengan perlahan-lahan dan kau resapi kandungannya… sungguh demi Allah wahai saudariku, tiada maksud dan tiada keinginan dariku kecuali kebaikan bagimu dan engkau diridhai Allah SubhanaHu wa Ta’ala.<span id="more-272"></span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;">Saudariku, semoga Allah SubhanaHu wa Ta’ala mengasihimu… Sungguh Allah SubhanaHu wa Ta’ala telah memuliakan dirimu dengan segala bentuk kenikmatan yang dianugerahkan-Nya kepadamu. Tidakkah tatkala kau mematut dirimu di depan cermin sembari kau memandangi keindahan yang diberikan sang Khaliq kepadamu, kau melihat suatu kesempurnaan yang tiada duanya. Allah Tabaroka wa Ta’ala menganugerahkan kepadamu penglihatan yang dengannya kau dapat melihat, kau dapat membedakan keajaiban dari berjuta-juta warna, dan dengannya pula kau dapat mencermati keindahan ciptaan Allah yang tak terperikan.</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;">Saudariku Muslimah, demikian pula Allah Ta’ala telah menganugerahkan kepadamu pendengaran, yang dengannya kau dapat mendengarkan suara-suara merdu ketika lantunan Al-Qur’an dibacakan, ketika Adzan bergema, dengannya kau dapat mendengarkan nasihat-nasihat yang menyejukkan jiwa dan dengannya pula kau dapat meresapi keindahan kalam-kalam ilahi tatkala dilantunkan. Demikian pula anugerah Allah lainnya seperti kedua kakimu, tanganmu, mulutmu dan lain sebagainya yang sungguh sangat tak terhitung jumlahnya.</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="color:black;">Sungguh mulia engkau wahai saudariku, yang menjadikan anugerah yang diberikan Allah kepadanya untuk mendekatkan diri kepada-Nya, seraya merasa kerendahan dan kelemahan dirinya sebagai makhluk yang tak dapat melepaskan diri dari perlindungan Rabbnya, sembari senantiasa berdzikir mengingat kepada keagungan dan kebesaran Allah, <em>Robbanaa Maa Kholaqta Haadza baathilan Subhaanaka</em>… (Ya Rabb kami, tidaklah engkau menciptakan kesemua ini dengan sia-sia, maha suci Engkau…)</span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;">Akan tetapi wahai saudariku, semoga Allah menuntunmu ke jalan-Nya yang Haq</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;"><span style="color:black;">Demi Allah, betapa sedih diriku tatkala melihatmu melupakan nikmat Allah yang diberikan-Nya kepadamu, kau dengan mudahnya lalai begitu saja dengan anugerah-Nya… Seolah-olah apa yang kau miliki itu adalah dari dirimu sendiri. Tatkala kau takjub dengan kecantikanmu, kau bangga dengan kehalusan dan kemulusan tubuhmu, kau merasa betapa indah matamu, betapa bagusnya bibirmu… Lantas kau pamerkan itu semua ke hadapan orang-orang yang tak layak memandangnya, kau perlihatkan sehingga menjadi sakit orang-orang yang lemah hatinya. Kau menjadi pusat fitnah di muka bumi ini. Aurat yang seharusnya kau tutupi dan kau pelihara serta kau jaga itu, dengan mudahnya kau buka dan kau perlihatkan ke hadapanorang-orang bukan mahrammu. Bagian tubuh yang seharusnya hanya kau tujukan ‘tuk calon suamimu, kau umbar begitu saja di hadapan mereka… sehingga menjadi rusaklah para lelaki-lelaki Muslim, tergiur dengan keindahan dirimu yang seharusnya kau pelihara… Lalu, Kau merdu-merdukan suaramu di hadapan mereka, bahkan kau bermanja-manja dengan mereka, kau biarkan mereka melototi dirimu seolah-olah bak hendak melahap dirimu, bahkan kau biarkan dirimu disentuh dan dipegang-pegang oleh mereka –Naudzu biLlah- Sungguh wahai saudariku!!! Sekali lagi sungguh!!! Tidakkah kau pernah mendengar Nabimu yang mulia ‘alaihi Sholaatu wa Salaam pernah bersabda : “<em>Dua golongan dari Ahli Naar yang belum pernah kulihat sebelumnya</em>”, salah satunya ialah “<em>Wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang yang berjalan dengan berlenggak lenggok, ia takkan masuk surga bahkan takkan mencium baunya</em>.”. <em>Nas’aluLlahus Salaamah wal’Aafiyah</em> (Kita memohon keselamatan dan perlindungan-Nya) !!! Wahai saudariku, maukah engkau termasuk wanita yang disifatkan oleh RasuluLlah sebagaimana hadits di atas? Maukah kau dikatakan sebagai wanita-wanita yang berpakaian namun pada hakikatnya telanjang? Maukah kau dinyatakan sebagai orang yang takkan masuk surga, bahkan mencium baunya pun tidak? SubhanaLlah!!! Sekali-kali tidak!!! Kuyakin bahwa kau pasti tak menghendakinya..</span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-indent:.5in;">Maka kunasehatkan pada dirimu wahai saudariku yang kukasihi karena Allah,</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="color:black;" lang="FI">Sungguh, seorang yang mengenakan hijab akan terjaga di dalam hijabnya. </span><span style="color:black;" lang="SV">Akan terpelihara dari tangan dan mata orang yang suka usil. Sebaliknya, wanita yang bersolek dan seronok laksana sekuntum bunga mawar di pinggir jalan. Ia tidak memiliki orang yang akan menjaga dan memeliharanya. Segara tangan &#8211; tangan usil akan  menjulur kepadanya, lalu melakukan hal yang sia &#8211; sia kepadanya. Mereka bersenang &#8211; senang dengan kecantikannya tanpa sikap menghargai sedikitpun hingga mawar menjadi layu dan akhirnya mati. Jika telah demikian kondisinya, mereka membuangnya di tanah, lalu diinjak &#8211; injak semua orang yang lewat. Maka, apa yang menjadi pilihanmu wahai saudariku muslimah? Apakah engkau hendak menjadi permata yang mahal dan selalu terpelihara atau hendak menjadi sekuntum bunga mawar di tengah jalan.</span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="color:black;">Sesungguhnya dirimu ini adalah bagian dari laki-laki, engkau adalah keturunan manusia yang memiliki karakter dan keunikan yang luar biasa yang menjadikanmu sebagai manusia yang indah, yang menghiasi dunia dan seisinya. RasuluLlah terkasih pernah bersabda : ”<em>Inna ad-Dunya mataa’un wa khoirul mataa’in mar’atun sholihah</em>” yang artinya, sesungguhnya dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang Sholihah.. Ya! Wanita Sholihah!!! Merekalah sebaik-baik perhiasan, karena dari merekalah lahir generasi-generasi yang luhur budi pekertinya, dari merekalah lahir generasi-generasi terbaik, dan merekalah pondasi tegaknya suatu tatanan. Wanita adalah Ibu, yang merupakan madrasah pertama generasi manusia. Wanita adalah Istri yang dengannya menjadi tentram hati laki-laki. Dan dari wanitalah Allah SubhanaHu wa Ta’ala melahirkan para nabi, para shiddiqin, para syuhada’ dan para sholihin.</span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;">SubhanaLlah, Maha suci Allah!!! Karena begitu besarnya rasa cinta Allah kepada dirimu, Allah Ta’ala memaktubkan namamu dalam salah satu surat pada firman-Nya yang mulia, surat an-Nisaa’! Maka saudariku yang mulia, sudah tak usah kau hiraukan dan kau dengarkan para pengoceh sesat dengan jargon klasiknya yang mengangkat ‘kesetaraan gender’, karena yakinlah, Islam adalah agama yang paling memuliakan wanita yang tak dimiliki oleh ajaran agama lainnya. Mereka, para pengoceh tersebut, tidaklah menyerumu kecuali mereka menghendakimu tuk meninggalkan ajaran agamamu. Mereka menyerumu tuk bertelanjang, berikhtilath (bercampur baur) dengan kaum lelaki, mereka mengajakmu tuk melupakan kodratmu sebagai wanita yang akan melahirkan penerus-penerus bangsa, bahkan mereka akan meracuni pemikiranmu dengan kekjian-kekejian dan kejahatan-kejahatan.</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in;"><span style="color:black;">Sudah!! Tak usah kau hiraukan mereka!!! Yakinlah kau, bahwa kebahagiaan yang abadi itu adalah apabila kau menjadi seorang yang taat dan memiliki keutamaan, menjadi istri yang sempurna dan mulia dan menjadi ibu yang baik dan bertakwa. Dan ini semua terkandung dalam tingginya nilai kebenaran, kebaikan dan cahaya keimanan.</span></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center">Semoga Allah memuliakanmu dan menuntunmu ke jalan-Nya yang haq.</p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;text-align:center;" align="center">
<p style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><em><span style="font-weight:normal;">Sumber :</span></em></strong></p>
<p style="margin-bottom:.0001pt;"><strong><em><span style="font-weight:normal;">Ummu Salma al-Atsariyah (ummusalma.wordpress.com)</span></em></strong><em></em></p>
<p class="MsoNormal">
<p class="MsoNormal"><em>Majalah el-fata</em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/soejieman.wordpress.com/272/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/soejieman.wordpress.com/272/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=soejieman.wordpress.com&amp;blog=6393819&amp;post=272&amp;subd=soejieman&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://soejieman.wordpress.com/2009/03/20/seuntai-mutiara-nasihat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b95f6a18e2b4e797f081eec8c0374711?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">jie</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://soejieman.files.wordpress.com/2009/03/bunga2.jpg?w=127" medium="image">
			<media:title type="html">bunga2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
